Nasional, Aksarabrita.com // Nama John Herdman semakin sering diperbincangkan. Kali ini, sorotan menguat setelah pelatih asal Inggris tersebut masuk radar PSSI sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia. Dengan rekam jejak internasional yang solid, Herdman dinilai selaras dengan arah pembangunan jangka panjang tim nasional.
Pertama-tama, isu John Herdman mencuat di tengah proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia. PSSI secara aktif mencari sosok berpengalaman yang mampu membangun tim secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam situasi ini, Herdman muncul sebagai kandidat yang relevan.
Lebih dari itu, ia dikenal konsisten membangun fondasi tim sebelum mengejar prestasi besar.
Selanjutnya, PSSI menargetkan pelatih yang tidak hanya fokus pada hasil cepat. Federasi membutuhkan figur yang mampu menyiapkan sistem, memperkuat karakter pemain, dan menanamkan mental juara.
Dalam konteks tersebut, Herdman memenuhi kriteria. Ia terbiasa bekerja dalam proyek jangka panjang dan memahami proses pembangunan tim nasional.
Lebih lanjut, Herdman menegaskan identitasnya sebagai pelatih pembangun. Ia mengutamakan struktur permainan, disiplin taktik, dan kebersamaan tim. Alih-alih mengandalkan pendekatan instan, ia menyiapkan fondasi kuat sejak awal.
Karena pendekatan itu, banyak federasi mempercayainya menangani tim nasional dalam waktu lama.
John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris. Sejak awal karier, ia memilih jalur berbeda. Ia tidak meniti profesi sebagai pemain profesional. Sebaliknya, ia langsung menekuni dunia kepelatihan sejak usia muda.
Kemudian, pada awal 2000-an, Herdman memulai perjalanan profesionalnya di Selandia Baru. Di sana, ia menangani kelompok usia muda dan program pengembangan pemain. Dari tahap ini, ia membangun reputasi sebagai pelatih disiplin, detail, dan konsisten.
Seiring waktu, hasil kerjanya menarik perhatian federasi. Pada 2006, Federasi Sepak Bola Selandia Baru menunjuk Herdman sebagai pelatih timnas putri.
Di bawah kepemimpinannya, perubahan langsung terlihat. Selama lima tahun, Herdman membawa Selandia Baru:
- Lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007
- Kembali tampil di Piala Dunia Wanita FIFA 2011
- Berlaga di Olimpiade Beijing 2008
Melalui capaian ini, Herdman menegaskan kapasitasnya di level internasional.
Setelah itu, pada 2011, Herdman mengambil langkah besar. Ia menerima tantangan melatih timnas putri Kanada. Keputusan ini membuka babak penting dalam kariernya.
Bersama Kanada, Herdman langsung mencatat prestasi:
- Meraih medali perunggu Olimpiade London 2012
- Kembali meraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016
Selain prestasi Olimpiade, Kanada juga tampil stabil di Piala Dunia Wanita. Herdman berhasil membangun mental juara dan meningkatkan daya saing di level global.
Namun demikian, tantangan terbesar datang pada 2018. Herdman memutuskan beralih menangani timnas putra Kanada. Langkah ini tergolong berani dan jarang dilakukan.
Meski demikian, hasilnya justru mencetak sejarah. Di bawah asuhannya, Kanada:
- Menjadi juara grup kualifikasi zona CONCACAF
- Lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 Qatar
Capaian tersebut mengakhiri penantian 36 tahun Kanada tampil di Piala Dunia. Selama periode ini, Herdman membentuk identitas tim yang cepat, agresif, dan penuh kepercayaan diri.
Selain melatih tim nasional, Herdman juga memperkaya pengalaman di level klub. Ia sempat menangani Toronto FC di Major League Soccer (MLS). Dari pengalaman ini, ia memperdalam pemahaman soal manajemen pemain profesional, dinamika ruang ganti, dan tekanan kompetisi liga.
Pada akhirnya, Herdman mengusung filosofi kepelatihan modern. Ia secara konsisten menekankan:
- Mentalitas kompetitif
- Disiplin taktik
- Pengembangan pemain berkelanjutan
- Kekuatan psikologis dan kebersamaan tim
Pendekatan tersebut membantunya membangun tim dari kondisi terbatas hingga kompetitif di level dunia.
Dengan seluruh pengalaman itu, Herdman dinilai sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Timnas tengah memasuki fase pembangunan serius dan membutuhkan arah yang jelas.
Oleh karena itu, pengalaman Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia menjadi nilai tambah penting. Jika PSSI resmi menunjuknya, publik berharap Herdman mampu meningkatkan daya saing Timnas Indonesia, baik di level Asia maupun internasional.







