BERITA SUNGAI PENUH // Kabar gembira datang dari dunia pendidikan tinggi di Provinsi Jambi. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (STKIPM) Sungai Penuh tengah bersiap untuk bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci. Transformasi ini dipercepat setelah STKIPM menerima wakaf lahan seluas 2 hektar dan 20 hektar kebun kopi dari tokoh masyarakat setempat.
Ketua STKIPM Sungai Penuh, Mahli Zainuddin Tago, menyampaikan bahwa lahan wakaf seluas 2 hektar akan digunakan untuk pembangunan gedung kampus baru, sementara kebun kopi seluas 20 hektar akan dimanfaatkan untuk pembiayaan operasional kampus ke depan.
“Wo Murady sudah berikrar wakaf dua hektar lahan senilai sekitar Rp40 miliar dan 20 hektar ladang kopi untuk STKIPM Sungai Penuh,” ungkap Mahli, Rabu (2/7/2025).
Pemberi wakaf, Wo Murady atau Muradi Darmansyah, merupakan tokoh masyarakat Kerinci yang memberikan kepercayaan kepada Muhammadiyah untuk mengelola tanah wakaf tersebut guna mendukung kemajuan pendidikan di daerahnya.
Serah terima tanah wakaf ini disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting Muhammadiyah, antara lain:
Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,
Amirsyah Tambunan, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah,
Pak Sam, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Transformasi dari STKIP menjadi universitas ini mendapatkan dukungan penuh dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, termasuk dukungan teknis dan akademik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai kampus pembina.
Tahap awal transformasi ini dimulai dengan penyusunan site plan gedung baru—rencana tata letak kampus yang akan menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah di wilayah Kerinci dan sekitarnya.
“Sebuah visi telah masuk ke alam nyata, namanya menjadi visio. Tinggal menaklukkan tantangan berikutnya yang tidak kalah menarik, yaitu pembiayaan. Dengan kerja keras dan doa kita bersama, insyaAllah terwujud dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” tambah Mahli optimistis.










