Home / Daerah / Hukum & Kriminal / Kerinci

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Sungai Penetai di Wilayah Adat Tamia Diduga Jadi Lokasi PETI

Sungai Penetai di Wilayah Adat Tamia Diduga Jadi Lokasi PETI

Sungai Penetai di Wilayah Adat Tamia Diduga Jadi Lokasi PETI

Kerinci  – Video yang menampilkan dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tepatnya di Sungai Penetai, menarik perhatian publik setelah beredar di media sosial.

Pemilik akun Facebook Goma Andia mengunggah video tersebut. Ia menyebut Sungai Penetai sebagai salah satu lokasi aktivitas tambang ilegal yang cukup besar di Provinsi Jambi.

Dalam video itu, Goma Andia menunjukkan kondisi Sungai Penetai yang mengalami pengerukan dari bagian hulu hingga hilir. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak aktivitas tersebut terhadap lingkungan dan ekosistem sungai.

Goma Andia menyebut kawasan tersebut berkaitan dengan tanah ulayat Depati Muara Langkap Tamia Kerinci. Menurut keterangannya, persoalan itu tidak hanya menyangkut aspek sosial, tetapi juga kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Gerakan Satu OPD Satu Kurban, Bukti Nyata Kepedulian Pemko Padang

Ia mengatakan perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam dari Desa Serpih. Ia juga menilai kondisi kerusakan di kawasan tersebut terus bertambah dari hari ke hari.

Pimpinan Redaksi Eksisjambi, Khairul, menyayangkan dugaan aktivitas tersebut jika benar terjadi di wilayah adat Tamia, Kamis (15/10/26).

“Kalau benar aktivitas itu berlangsung di wilayah adat Tamia, tentu sangat disayangkan. Apalagi jika lokasi tersebut masuk kawasan TNKS dan aktivitasnya tidak memiliki izin yang sah,” ujar Khairul.

Jika aktivitas pertambangan itu benar berlangsung di dalam kawasan TNKS tanpa izin yang sah, kegiatan tersebut berpotensi mengancam kelestarian hutan, kualitas air, dan keseimbangan ekosistem sungai.

Hingga berita ini disusun, pihak yang menjalankan aktivitas pertambangan, status perizinan, dan tingkat kerusakan lingkungan di lokasi tersebut masih belum jelas.

Baca Juga :  Oknum Kades di Musi Rawas Ditangkap Usai Hadang Kendaraan Perusahaa

Pihak berwenang perlu turun ke lapangan untuk memeriksa informasi tersebut. Balai Besar TNKS dan aparat penegak hukum dapat memverifikasi lokasi, memeriksa status kawasan, mengukur dampak lingkungan, serta menelusuri pihak yang menjalankan aktivitas tersebut jika petugas menemukan pelanggaran.

Publik kini menunggu hasil penelusuran resmi untuk memastikan dugaan aktivitas PETI di Sungai Penetai serta kondisi wilayah adat Tamia dan kawasan TNKS di sekitarnya. (Tim)

Share :

Baca Juga

Video Gaji ke-13 Heboh Pemkot Jambi Periksa ASN

Daerah

Video Gaji ke-13 Heboh, Pemkot Jambi Periksa ASN
Manfaat Penertiban Pasar Tanjung Bajure bagi Pedagang dan Pembeli

Daerah

Manfaat Penertiban Pasar Tanjung Bajure, Bersih, Tertib dan Nyaman
Wali Kota Sungai Penuh Alfin menghadiri pembukaan Gubernur Cup Sepak Bola 2026, Rabu (14/1/2026)

Daerah

Alfin Hadir di Gubernur Cup 2026, Ada Misi Besar Sepak Bola Sungai Penuh

Daerah

Wawako Azhar Ikuti Musrenbang RKPD Provinsi

Game

Longsor Kembali Terjadi, Dinas PUPR Kerinci dan BPJN Turunkan Alat Berat Pulihkan Akses Jalan

Hukum & Kriminal

Bupati Pati Sudewo Dilempari Sampah Saat Temui Massa
Wawako Azhar Hadiri Pekan Kebudayaan Adat Merangin

Daerah

Wawako Azhar Hadiri Pekan Kebudayaan Adat Merangin
Wabup Katamso Saat Menjadi Pemateri Kuliah Umum di UNJA

Daerah

Wabup Tanjab Barat Soroti Transformasi Digital Kuliah Umum Unja