BERITA KERINCI- Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, bersama Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf. Eko Budiarto, dan jajaran Dinas PUPR Kerinci, meninjau langsung progres perbaikan jalan amblas di Desa Pungut Tengah dan Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kamis (20/03/2025).
Peninjauan ini turut didampingi Camat Air Hangat Timur dan para kepala desa setempat. Kehadiran unsur pemerintah dan TNI di lapangan menunjukkan keseriusan dalam merespons cepat persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama. Akses ini sangat vital bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas harian dan perekonomian mereka,” tegas Wabup Murison di lokasi.
Sebagai wilayah agraris, masyarakat Air Hangat Timur sangat bergantung pada kelancaran jalur transportasi untuk mengangkut hasil pertanian. Kerusakan jalan tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpengaruh terhadap biaya distribusi barang dan jasa.
Respons Cepat Dinas PUPR dan Sinergi TNI
Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefry, menjelaskan bahwa pengerjaan difokuskan pada pelebaran jalan sekaligus penguatan struktur tanah guna mencegah longsor dan jalan amblas di masa mendatang.
“Sesuai arahan Bapak Bupati dan Wabup, kami bergerak cepat menangani jalan ini. Kami targetkan pekerjaan selesai tepat waktu agar aktivitas warga, terutama di bulan Ramadan ini, tidak terganggu,” ujar Maya.
Sementara itu, Dandim Eko Budiarto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam pembangunan infrastruktur, demi kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang layak dan aman untuk masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Apresiatif, Harap Proyek Selesai Tepat Waktu
Warga setempat menyambut baik langkah cepat Pemkab Kerinci dalam menangani kerusakan jalan. Mereka berharap proyek perbaikan bisa segera rampung agar akses transportasi kembali lancar dan aman.
Pemerintah Kabupaten Kerinci menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana seperti jalan amblas dan longsor, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan aktivitas warga.








