Home / Nasioanal / Pemerintah

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:36 WIB

Aturan Poligami dalam UU KUHP Baru Tuai Polemik Publik

Aturan Poligami dalam UU KUHP Baru Tuai Polemik Publik

Aturan Poligami dalam UU KUHP Baru Tuai Polemik Publik

Jakarta, Aksarabrita.com // Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru membawa perubahan besar terhadap praktik perkawinan di Indonesia, khususnya nikah siri dan poligami yang tidak mengikuti prosedur hukum. Negara kini menegaskan batas tegas antara perkawinan sah secara hukum dan praktik yang melanggar ketentuan perundang-undangan.


Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, pemerintah memasukkan ketentuan pidana bagi pelanggaran tertentu dalam perkawinan. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 401 hingga Pasal 405 KUHP, yang mengatur sanksi bagi individu yang tetap melangsungkan perkawinan meski menghadapi penghalang hukum yang sah.


Salah satu ketentuan penting terdapat dalam Pasal 402 KUHP. Pasal ini melarang seseorang menikah apabila masih terikat perkawinan sebelumnya atau menjalankan poligami tanpa izin pengadilan. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pidana penjara paling lama empat tahun enam bulan atau denda kategori IV.

Baca Juga :  Prabowo Ajukan Suyudi Ario Seto sebagai Calon Tunggal Kapolri


Ancaman hukuman akan meningkat apabila pelaku dengan sengaja menyembunyikan status perkawinan sebelumnya. Pasal 401 KUHP secara tegas mengatur perbuatan tersebut sebagai tindak pidana dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.


Sementara itu, praktik nikah siri tidak serta-merta berujung pidana penjara. Namun, perkawinan yang tidak tercatat secara resmi tetap menimbulkan konsekuensi hukum serius, terutama dalam hal perlindungan hak perempuan dan anak, status perdata, serta pembuktian hukum di kemudian hari.


Dengan diberlakukannya KUHP baru, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menaati prosedur hukum dalam perkawinan. Regulasi ini sekaligus menjadi upaya negara untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah praktik perkawinan yang berpotensi merugikan pihak tertentu.

Baca Juga :  Ingin Kurban Lebih Bermakna? Begini Cara Membaginya

Share :

Baca Juga

Daerah

Kesempatan Emas! Pendaftaran Pendamping Desa 2025 Sudah Dibuka
Wako Alfin Tampung Usulan Warga, Pembangunan 2027 Disiapkan

Daerah

Wako Alfin Tampung Usulan Warga, Pembangunan 2027 Disiapkan
Akhirnya PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat THR, Ini Besarannya!

Pemerintah

THR PPPK–PNS 2026 Segera Cair, Ini Bocoran Besarannya!
Prabowo ke London dan Davos, Bahas Ekonomi dan Lingkungan (Dok. Setkab RI)

Nasioanal

Prabowo ke London dan Davos, Bahas Ekonomi dan Lingkungan
Akhirnya PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat THR, Ini Besarannya!

Pemerintah

Menanti THR ASN 2026: Pemerintah Rampungkan Aturan
Kajari Jakbar Hendri Anggoro Dicopot

Hukum & Kriminal

Kejagung Copot Kajari Jakbar karena Tilap Uang Barang Bukti
Pelantikan dan penyerahan SK PPPK Paruh Waktu Kabupaten Kerinci Formasi 2025 akan digelar Minggu, 21 Desember 2025 di Lapangan Kantor Bupati Kerinci. Simak jadwal dan ketentuannya.

Daerah

BKPSDMD Kerinci Jadwalkan Pelantikan PPPK Paruh Waktu 2025
Kylian Mbappé Bersinar di Piala Dunia 2026, Bawa Prancis ke Semifinal

Kesehatan & Olahraga

Kylian Mbappé Bersinar di Piala Dunia 2026, Bawa Prancis ke Semifinal