PADANG, Aksarabrita.com – Kota Padang masuk sebagai daerah percontohan nasional dalam percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Pemerintah pusat mendorong langkah ini untuk meningkatkan akurasi data dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah membahas program tersebut dalam kegiatan koordinasi dan sosialisasi di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (24/4/2026). Tim lintas kementerian hadir dalam pertemuan ini, termasuk Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian PAN-RB, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Bank Indonesia.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa digitalisasi bansos menghadirkan perubahan besar dalam sistem penyaluran bantuan. Ia menyebut sistem digital mampu mempercepat proses verifikasi, meningkatkan transparansi, serta menekan kesalahan data penerima.
Kota Padang menunjukkan kesiapan kuat dari sisi data kependudukan. Pemerintah kota mencatat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi di Sumatera Barat dengan capaian lebih dari 34 persen. Perekaman KTP elektronik juga telah menembus 99,16 persen. Capaian ini memperkuat validitas data penerima bansos.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menilai digitalisasi bansos menjawab persoalan lama terkait ketidaksesuaian data kemiskinan. Ia menegaskan pemerintah kota ingin menghapus perbedaan antara kondisi administratif dan fakta di lapangan.
Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan 1.700 agen pendamping untuk mengawal implementasi program hingga ke masyarakat. Tim ini akan membantu proses verifikasi, edukasi, dan pendampingan warga dalam penggunaan sistem digital.
Program ini menargetkan peluncuran pada Oktober 2026. Pemerintah Kota Padang optimistis sistem digital ini mampu menciptakan penyaluran bansos yang lebih tepat, cepat, dan transparan.
Melalui langkah ini, Kota Padang membuka jalan bagi daerah lain di Sumatera untuk menerapkan sistem perlindungan sosial berbasis data digital yang terintegrasi dan akurat. (***)








