MUARO JAMBI – Sebanyak 13 kepala sekolah di Kabupaten Muaro Jambi memilih mundur dari jabatan baru mereka hanya dua hari setelah pelantikan. Kondisi ini langsung memicu sorotan publik, terutama terkait penempatan sekolah yang dinilai terlalu jauh dari domisili para kepala sekolah.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sebelumnya melantik 183 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP pada Senin (18/5/2026). Wakil Bupati Muaro Jambi, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Ruang Nang Inang, Kantor Bupati Muaro Jambi.
Dari total kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 99 Kepala SD, 53 Kepala SMP, dan 31 Kepala TK. Pemerintah daerah menargetkan pelantikan tersebut mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi.
Namun, belum genap satu minggu bertugas, 13 kepala sekolah justru mengajukan pengunduran diri. Sebagian besar mengeluhkan lokasi penempatan yang terlalu jauh.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaro Jambi, membenarkan pengunduran diri tersebut. Ia menyebut setiap kepala sekolah memiliki alasan berbeda.
“Ada yang keberatan karena lokasi penempatan terlalu jauh, ada faktor kesehatan, dan ada juga yang mendekati masa pensiun,” ujar Hendri, Rabu (20/5/2026).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait kesiapan penempatan pejabat pendidikan di lingkungan Pemkab Muaro Jambi. Banyak pihak menilai pemerintah perlu mempertimbangkan jarak tempuh dan kondisi kepala sekolah sebelum menentukan lokasi tugas.
Saat pelantikan, Wakil Bupati Junaidi Mahir sempat mengingatkan seluruh kepala sekolah agar menjaga integritas dan langsung bekerja meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, kepala sekolah memegang peran penting sebagai pemimpin dan penggerak di lingkungan sekolah. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang menerima amanah jabatan mampu menghadirkan inovasi dan menjaga tata kelola sekolah dengan baik.
“Jabatan ini amanah. Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tingkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.
Pengunduran diri 13 kepala sekolah dalam waktu singkat kini menjadi evaluasi serius bagi dunia pendidikan di Muaro Jambi, terutama dalam sistem penempatan dan pemerataan tenaga kepemimpinan sekolah. **




