Home / Game

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:08 WIB

Harga Sawit Turun Hingga Rp1.000 per kilogram, Petani Mengeluh

Harga Sawit Turun, Petani Terdampak Ketidakjelasan Aturan Ekspor

Harga Sawit Turun, Petani Terdampak Ketidakjelasan Aturan Ekspor

Aksarabrita.com – Rencana pemerintah menata ulang tata niaga ekspor minyak sawit mentah (CPO) memicu gejolak di sektor perkebunan sawit nasional. Ketidakjelasan aturan turunan membuat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) mengurangi pembelian tandan buah segar (TBS), sehingga harga sawit di tingkat petani turun tajam pada Jumat (22/5/2026).

Empat organisasi petani sawit nasional, yaitu Apkasindo, Sawitku Masa Depanku, Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKSI), dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat mencatat penurunan harga TBS di berbagai daerah mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung, menilai sebagian PKS memanfaatkan situasi untuk menekan harga pembelian TBS petani. Menurutnya, penurunan harga TBS saat ini tidak sebanding dengan koreksi harga CPO global.

Baca Juga :  Safari Jum’at Ramadan, Wawako Azhar Serahkan CSR Bank Jambi Rp10 Juta di Koto Padang

“Harga CPO hanya terkoreksi sekitar Rp450 hingga Rp600 per kilogram, tetapi harga TBS turun sampai Rp1.000 per kilogram,” ujar Gulat dilansir dari Asatunews.

Di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, harga TBS turun dari Rp3.180 menjadi Rp2.430 per kilogram dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat petani mulai khawatir terhadap keberlangsungan usaha perkebunan mereka.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan pemerintah belum memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme kebijakan baru tersebut. Ketidakjelasan itu memicu beragam tafsir di kalangan pelaku industri sawit.

“Kebijakan baru ini memunculkan banyak tafsir karena pemerintah belum menerbitkan PP, Permen, dan mekanisme teknisnya,” kata Tungkot.

Meski harga sawit bergejolak, sejumlah organisasi petani tetap mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola ekspor CPO nasional.

Baca Juga :  Program Bantuan Pangan Beras, Wako Alfin Serahkan 4.520 Paket Beras

Ketua Umum DPP PKSPI, H. Nasarudin, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia dapat menciptakan tata niaga sawit yang lebih transparan dan lebih berpihak kepada petani.

“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo karena pemerintah ingin mengatur sumber daya alam Indonesia secara lebih baik dan lebih transparan,” ujar Nasarudin.

Ia juga menilai penataan ulang tata niaga ekspor dapat menekan praktik permainan harga yang selama ini merugikan petani sawit swadaya maupun petani kemitraan.

Di sisi lain, gabungan organisasi petani sawit nasional mengusulkan penetapan harga TBS secara terpusat melalui Danantara Sumberdaya Indonesia. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di seluruh daerah. (***)

Share :

Baca Juga

Game

H Mukti : Bila Memungkinkan Kantor Bupati Akan Adopsi IKN
Satbrimob Polda Sumbar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Game

Satbrimob Polda Sumbar Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Daerah

Kominfosta  Sungai Penuh Raih Predikat Informatif Keterbukaan Informasi di Anugerah KIP 2024

Daerah

Demi Keselamatan Jamaah Haji, Pemerintah Sungai Penuh Periksa Armada dan Sopir Haji 2025

Daerah

Safari Jumat di Desa Koto Petai, Pj. Bupati Asraf Serahkan Bantuan CSR

Daerah

Pj. Bupati Asraf Resmikan Gedung Seni dan Olahraga Karang Taruna Tunas Muda Pendung Tengah

Game

Tanggapi Keluhan Warga Soal Jalan, Pj. Bupati Asraf Didampingi PUPR Tinjau Langsung Kondisi Jalan Koto Petai

Daerah

Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah, Wawako Alfin Imbau ASN Dampingi Anak