Aksarabrita.com – Puasa Arafah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Menjelang Hari Raya Idul Adha, amalan ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena memiliki keutamaan luar biasa.
Pendakwah kondang Indonesia, Ustadz Abdul Somad, menjelaskan bahwa hukum Puasa Arafah adalah sunah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Menurut beliau, puasa ini menjadi kesempatan besar bagi kaum Muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih ampunan dosa.
Namun, hukum tersebut berbeda bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa bagi jamaah yang sedang berhaji, puasa Arafah justru makruh bahkan ada yang berpendapat haram jika membuat tubuh menjadi lemah.
Hal itu bertujuan agar jamaah tetap memiliki kondisi fisik yang kuat saat menjalani puncak ibadah haji, terutama untuk berdoa dan berzikir ketika wukuf di Arafah.
Keutamaan Puasa Arafah
Ustadz Abdul Somad juga kerap menyampaikan sejumlah keutamaan besar dari Puasa Arafah yang sayang untuk dilewatkan umat Islam.
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Keistimewaan paling besar dari Puasa Arafah adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.
Keutamaan ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, sehingga banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak meninggalkan puasa sunnah tersebut.
2. Hari yang Sangat Mulia
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu hari paling mulia dalam Islam. Pada hari itu, Allah SWT disebut paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, doa, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga bersedekah.
3. Amalan yang Dicintai Allah SWT
Puasa Arafah juga menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT atau taqarrub. Melalui ibadah ini, seorang hamba menunjukkan ketakwaan dan kesungguhannya dalam mencari ridha Allah.
Amalan-amalan di bulan Dzulhijjah, khususnya pada hari Arafah, termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.
Umat Islam Dianjurkan Ikuti Ketetapan Pemerintah
Selain menjelaskan hukum dan keutamaannya, Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti ketetapan pemerintah setempat terkait penentuan tanggal 9 Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha.
Di Indonesia, penentuan awal bulan Hijriah dilakukan melalui sidang isbat dan rukyatul hilal yang diselenggarakan pemerintah bersama para ulama dan organisasi Islam.
Hal ini penting untuk menjaga persatuan umat Islam di tengah adanya perbedaan waktu dan penetapan antara Indonesia dengan Arab Saudi.
Dengan mengikuti keputusan pemerintah, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tertib, dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.
Puasa Arafah sendiri menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh serta memohon ampunan kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.







