HOUSTON – Kekalahan 1-7 dari Jerman tidak membuat pelatih Curacao, Dick Advocaat, larut dalam kesedihan. Pelatih veteran asal Belanda itu justru menitikkan air mata karena Curacao akhirnya menjalani debut di Piala Dunia.
Bagi Curacao, tampil di Piala Dunia sudah menjadi kemenangan tersendiri. Negara kepulauan kecil di kawasan Karibia itu berhasil mewujudkan mimpi yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan.
Emosi Dick Advocaat memuncak bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia melihat para pemain membawa harapan seluruh rakyat Curacao saat menghadapi Jerman pada laga Grup E Piala Dunia 2026 di Houston, Minggu (14/6/2026) pukul 23.00 WIB.
Momen yang paling membekas terjadi pada menit ke-21. Livano Comenencia melepaskan tembakan yang menembus gawang Jerman dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut langsung mencatat sejarah bagi Curacao.
Gol Comenencia menjadi gol pertama Curacao di ajang Piala Dunia. Para pemain merayakannya dengan berpelukan, sementara ribuan suporter bersorak menyambut momen bersejarah itu.
Livano Comenencia kini mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Curacao. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol bagi negaranya di panggung Piala Dunia. Namanya akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah sepak bola Curacao.
Jerman kemudian menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara. Tim Panser mencetak enam gol tambahan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-1.
Meski kalah, Curacao tetap meninggalkan kebanggaan besar. Dick Advocaat menegaskan timnya berhasil mencapai sesuatu yang belum pernah diraih sebelumnya. Menurutnya, tampil di Piala Dunia merupakan pencapaian luar biasa bagi negara yang hanya berpenduduk sekitar 160 ribu jiwa.
Bagi dunia, pertandingan itu mungkin hanya menjadi kemenangan besar Jerman. Namun, bagi Curacao, laga tersebut menjadi hari ketika sebuah negara kecil menorehkan sejarah. Air mata Dick Advocaat dan gol bersejarah Livano Comenencia menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari negara kecil. **








