Aksarabrita.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian produktif. Program ini mendorong Warga Binaan menguasai keterampilan pertanian dan mendukung ketahanan pangan. Lapas Terbuka Kendal memfokuskan program pada budidaya terung ungu di lahan seluas 2.700 meter persegi.
Pada Jumat (19/6), petugas bersama Warga Binaan memulai persiapan lahan secara bertahap. Mereka mengolah tanah menggunakan traktor untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur lahan agar siap ditanami. Mereka kemudian membentuk bedengan selebar 90 sentimeter untuk memudahkan perawatan tanaman dan menjaga aliran air tetap lancar.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Kusmawan, menjelaskan alasan pemilihan terung ungu. Ia menilai terung ungu memiliki nilai ekonomi tinggi, mudah dibudidayakan, dan efektif sebagai media pembelajaran bagi Warga Binaan.
“Kami memilih terung ungu karena komoditas ini memberikan nilai ekonomi yang baik dan mudah dibudidayakan. Kami juga mendorong Warga Binaan memahami seluruh proses pertanian mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menegaskan komitmen lembaga dalam mengoptimalkan lahan produktif untuk pembinaan. Ia menyebut program ini mendorong Warga Binaan mempraktikkan pertanian yang benar.
“Kami menjalankan program ini agar Warga Binaan belajar praktik pertanian yang benar. Kami mengarahkan setiap tahap budidaya sebagai proses pembelajaran agar mereka mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” jelasnya.
Dengan perencanaan yang matang dan penerapan teknik budidaya yang tepat, Lapas Terbuka Kendal menargetkan panen terung ungu di lahan 2.700 meter persegi berjalan optimal. Program ini memperkuat pembinaan kemandirian dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. (***)







