Aksarabrita.com – Perayaan festival desa di Santa Maria Canchesda, Temascalcingo, Meksiko tengah, berubah menjadi tragedi. Ledakan kembang api menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sekitar 60 warga.
Peristiwa nahas itu terjadi dalam rangkaian ritual tradisional masyarakat setempat. Warga awalnya mengikuti arak-arakan festival dengan membawa patung banteng berbahan jerami.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kembang api menyembur dari bagian patung banteng saat warga mengaraknya. Situasi kemudian berubah kacau ketika percikan api menyambar persediaan kembang api yang tersimpan di sebuah gereja desa.
Ledakan besar langsung mengguncang kawasan tersebut. Kekuatan ledakan bahkan merobohkan sejumlah dinding bangunan dan memicu kobaran api di sekitar alun-alun desa.
Warga dan petugas juga menghadapi kemungkinan adanya korban yang tertimbun material bangunan. Tim penyelamat bergerak mencari warga yang kemungkinan masih berada di bawah puing-puing.
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko mulai menyelidiki penyebab ledakan. Aparat hingga kini masih mencari tahu faktor yang memicu ledakan besar tersebut.
Rangkaian tragedi itu kembali mengingatkan masyarakat akan risiko besar penggunaan dan penyimpanan kembang api dalam jumlah banyak. Perayaan tradisional memang membawa kegembiraan bagi masyarakat, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas agar pesta tidak berubah menjadi duka. (***)

















