PADANG – Pemerintah Kota Padang mulai mempertimbangkan pembelajaran daring jika kabut asap semakin memburuk.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan Pemkot Padang belum mengambil keputusan terkait pembelajaran daring.
Yopi mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan bagi sekolah.
“Jika kondisi udara semakin memburuk, kami akan mempertimbangkan pembelajaran daring,” kata Yopi.
Namun, Pemkot Padang perlu berkoordinasi sebelum menerapkan pembelajaran daring. Sekolah tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.
Sementara itu, Kepala GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, mengatakan kadar PM2,5 pada Rabu (2/9/2026) masih berada dalam kategori sedang.
Meski begitu, kadar PM2,5 sudah mendekati level tinggi dalam kategori waspada.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Padang untuk terus memantau kualitas udara. Pemerintah juga meminta sekolah memperhatikan kondisi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Siswa, guru, dan tenaga kependidikan perlu menggunakan masker, terutama ketika mengalami batuk atau demam.
Pemkot Padang akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan. (Tim)



















