MUARO JAMBI – Penolakan warga terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Berembang, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, berujung aksi pembacokan. Seorang pria berinisial MEZ mengalami luka pada tangan dan paha setelah seseorang diduga menyerangnya dengan senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan penyerangan tersebut berkaitan dengan persoalan pengamanan rakit dompeng yang warga gunakan untuk menambang emas di pinggiran Sungai Batanghari.
Sebelum kejadian, sejumlah warga mengamankan rakit dompeng yang beroperasi di kawasan sungai. Mereka menolak aktivitas tambang ilegal karena khawatir kegiatan tersebut merusak lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.
Aksi warga itu menarik perhatian publik setelah video pengamanan rakit dompeng menyebar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, warga terlihat mengamankan rakit dompeng. Mereka meminta pemilik alat segera menjemput dan menarik rakit itu dari wilayah Desa Berembang.
“Kami tunggu yang punya alat untuk menjemputnya, untuk ditarik dari wilayah Berembang, karena di sini tidak dibolehkan (untuk PETI),” ujar perekam video, Senin (12/10/2026).
Perselisihan Berujung Dugaan Penganiayaan
Video itu juga memperlihatkan seorang pria mendatangi warga yang mengamankan rakit dompeng. Situasi kemudian memanas hingga kedua pihak terlibat cekcok.
Perselisihan tersebut diduga berlanjut hingga seseorang menyerang MEZ dengan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka pada tangan dan paha.
Kapolsek Sekernan, AKP Agung Heru Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut keterangan awal yang dihimpun polisi, persoalan bermula saat korban berada di rumahnya di Desa Berembang.
Terduga pelaku kemudian mendatangi korban. Ia menyampaikan keberatan dan meminta korban agar tidak mengganggu ayahnya.
Setelah pertemuan itu, korban mendatangi rumah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Berembang. Korban meminta bantuan ketua BPD untuk menengahi persoalan tersebut.
Polisi kini menelusuri rangkaian kejadian dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap dugaan penganiayaan itu.
Kasus ini kembali menyoroti penolakan warga terhadap aktivitas PETI di sekitar Sungai Batanghari. Warga ingin menghentikan tambang ilegal karena khawatir terhadap dampak kerusakan lingkungan. Di sisi lain, polisi perlu mengusut dugaan kekerasan yang muncul dalam perselisihan tersebut.




















