BERITA MERANGIN // Puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Merangin menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor Bupati Merangin pada Kamis, (7/7/2025). Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Merangin, Haidir, yang dinilai melecehkan dan merendahkan profesi wartawan.
Massa aksi membawa spanduk dan plakat bertuliskan tuntutan agar Haidir segera meminta maaf secara terbuka dan menarik kembali pernyataannya yang dianggap mencederai marwah insan pers.
Salah satu juru bicara aksi, Gondo Irawan, menyampaikan bahwa ucapan Haidir tidak hanya merugikan reputasi wartawan, tetapi juga bertentangan dengan semangat kebebasan pers.
“Kami menuntut adanya permohonan maaf terbuka dan komitmen untuk lebih menghormati profesi jurnalisme,” tegas Gondo.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Merangin, H. Abdul Khafidh, memberikan apresiasi atas sikap santun para wartawan selama menggelar unjuk rasa.
“Saya sangat mengapresiasi aksi wartawan yang profesional dan damai. Ini menunjukkan kematangan dalam menyampaikan aspirasi,” kata Khafidh di hadapan massa.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ady Lubis, menegaskan bahwa ucapan Haidir telah menyakiti hati para wartawan di Merangin. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan desakan terhadap pejabat publik untuk menjaga komunikasi yang baik dengan media.
“Kami merasa dihina dengan ucapan dari Haidir. Kami tidak menuntut macam-macam, hanya ingin ada penghormatan dan klarifikasi yang layak,” jelas Ady.
Haidir Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka
Usai sempat terjadi adu dorong kecil antara pendemo dan petugas, Haidir akhirnya menemui para wartawan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depan saya berjanji akan lebih terbuka dan komunikatif,” ucap Haidir di depan wartawan dan masyarakat.
Aksi ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat agar senantiasa menghargai wartawan sebagai pilar keempat demokrasi. Para peserta aksi berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media.
Aksi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat Merangin yang mendukung penuh kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis di daerah.







