BERITA JEPANG // Untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Jepang, seorang perempuan berhasil memimpin Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP), partai berkuasa yang telah lama mendominasi pemerintahan Jepang. Sanae Takaichi, mantan Menteri Keamanan Ekonomi, resmi terpilih sebagai ketua umum LDP pada Sabtu (4/10/2025).
Takaichi memenangi pemilihan ketua partai dalam putaran final yang berlangsung pukul 15.02 waktu Tokyo atau 13.02 WIB. Ia meraih 185 suara, mengalahkan rivalnya, Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, yang memperoleh 156 suara. Sebelumnya, keduanya menyingkirkan kandidat lain, yakni Menteri Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi.
Dalam pidato kemenangannya yang disampaikan di markas besar LDP di Tokyo, Takaichi menegaskan bahwa ini adalah awal dari perjuangan baru. “Ini bukan waktunya untuk merayakan. Justru kerja keras dimulai dari sekarang. Saya berjanji akan menakhodai LDP dan mengubah kecemasan rakyat menjadi harapan,” ujarnya seperti dikutip NHK.
Dengan kemenangannya sebagai ketua partai, Takaichi secara otomatis menjadi kandidat utama untuk menjadi Perdana Menteri Jepang selanjutnya, menggantikan Shigeru Ishiba yang mengundurkan diri. Ishiba mundur dari jabatannya setelah mendapat tekanan publik terkait inflasi yang tak kunjung teratasi dan menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah.
Langkah Takaichi menjadi simbol penting bagi keterwakilan perempuan dalam politik Jepang, negara yang selama ini dikenal dengan dominasi politikus laki-laki. Terpilihnya ia sebagai ketua partai berkuasa membawa angin segar sekaligus tantangan besar dalam menjawab keresahan publik terhadap kondisi ekonomi dan sosial.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Jepang dan untuk generasi perempuan yang bercita-cita masuk dunia politik,” ujar analis politik dari Universitas Tokyo, Haruka Sato. “Namun, tantangan ke depan sangat besar. Kepemimpinan Takaichi akan diuji oleh krisis ekonomi dan dinamika politik internasional.”
Selanjutnya, Sanae Takaichi akan memimpin LDP dalam pemilihan umum untuk menentukan kursi perdana menteri. Jika terpilih, ia akan menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Jepang.









