Aksarabrita.com // Meski sebagian wilayah Indonesia mulai diguyur hujan, suhu udara justru terasa semakin panas dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa fenomena ini terjadi akibat pergeseran posisi matahari dan minimnya pembentukan awan hujan di langit Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa perubahan posisi matahari yang kini berada di selatan wilayah Indonesia menjadi penyebab utama meningkatnya suhu udara di permukaan.
“Kenapa sekarang terasa lebih panas? Karena posisi matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia. Akibatnya, pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan berkurang,” kata Guswanto kepada wartawan, Selasa (14/10).
Ia menambahkan, kurangnya pertumbuhan awan membuat sinar matahari menembus langsung ke permukaan bumi tanpa halangan. Hal inilah yang menyebabkan suhu udara terasa lebih menyengat, terutama di wilayah perkotaan.
Guswanto menjelaskan bahwa temperatur maksimum rata-rata di kota besar umumnya berada di kisaran 31 hingga 34 derajat Celsius. Namun, berdasarkan pengamatan BMKG pada Senin (13/10), sejumlah kota mencatat suhu tinggi antara 32 hingga 35 derajat Celsius. Kota-kota tersebut antara lain Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Terkait musim hujan, Guswanto menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah mulai memasuki musim hujan sejak Agustus. Namun, karena wilayah Indonesia sangat luas, awal musim hujan tidak terjadi serentak.
“Musim hujan memang sudah mulai masuk, tapi tidak bersamaan. Nanti baru akan merata sekitar November, dan lebih serentak pada Desember hingga Februari,” jelasnya.
BMKG juga memprediksi potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di beberapa wilayah, khususnya Sumatera Utara dan Jawa bagian tengah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi cuaca dari BMKG.









