Jakarta, Aksarabrita.com // Badan Gizi Nasional (BGN) melanjutkan pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini bertujuan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkuat layanan gizi di seluruh Indonesia.
Pada tahap 2, BGN menyeleksi 32.000 calon pegawai PPPK. Sebanyak 31.250 formasi diprioritaskan untuk Kepala SPPG yang mengikuti program Sarjana Penggerak Pemerintah Indonesia.
Selain itu, sisanya dialokasikan untuk posisi akuntan dan tenaga gizi guna mendukung administrasi dan operasional program gizi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan seluruh calon pegawai PPPK tahap 2 telah melalui proses seleksi dan kini menjalani tahapan administratif.
Dengan demikian, peserta mengisi daftar riwayat hidup dan mengusulkan Nomor Induk PPPK. BGN menargetkan semua peserta resmi berstatus PPPK mulai 1 Februari 2026
Pengangkatan tahap 2 menambah jumlah ASN berstatus PPPK di BGN secara signifikan. Sebelumnya, tahap 1 telah mengangkat 2.080 pegawai.
Selain itu, BGN merencanakan rekrutmen tahap 3 dan tahap 4 untuk terus menambah jumlah pegawai PPPK yang mendukung program pelayanan gizi ke depan.
Dengan penambahan pegawai PPPK, BGN memastikan pelayanan gizi berjalan lebih optimal. Kepala SPPG dan tenaga pendukung akan menyalurkan makanan bergizi sesuai standar nasional ke seluruh wilayah yang membutuhkan.
Dengan demikian, program MBG dapat mencapai lebih banyak masyarakat dan memperkuat ketahanan gizi nasional. (**)









