Aksarabrita.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengirim 31 unit ambulans dan berbagai alat kesehatan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Bantuan ini menyasar daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang mengalami bencana pada November 2025.
Budi Gunadi Sadikin bersama Tito Karnavian menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah Puskesmas dan RSUD terdampak bencana. Acara berlangsung di Lapangan Upacara Kemenkes RI pada Kamis, 12 Maret.
Budi menegaskan bahwa banjir dan longsor sempat menghentikan operasional puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas di wilayah terdampak. Namun pemerintah langsung mengerahkan tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai dukungan logistik agar layanan kesehatan kembali berjalan.
“Dalam dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah beroperasi kembali. Puskesmas juga kembali melayani masyarakat dalam waktu sekitar empat minggu. Dalam satu bulan, layanan kesehatan dasar kembali berjalan normal,” ujar Budi.
Budi juga menyoroti peran penting sektor swasta dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan. Ia mengajak perusahaan dan lembaga filantropi untuk terlibat langsung dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Menurut Budi, pemerintah memiliki anggaran untuk pemulihan, tetapi proses administrasi sering membutuhkan waktu. Dukungan swasta memungkinkan bantuan tiba lebih cepat di lapangan sehingga tenaga kesehatan dapat segera melayani masyarakat.
Tito Karnavian yang memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra memuji kecepatan pemulihan sektor kesehatan. Ia menilai rumah sakit daerah dan puskesmas mampu kembali melayani masyarakat lebih cepat dibanding sektor lainnya.
Tito juga mengapresiasi langkah Budi yang turun langsung ke daerah terdampak serta mengirim relawan kesehatan hingga ke wilayah pegunungan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan ikut mendukung program pemulihan kesehatan melalui donasi ambulans.
Rinciannya meliputi:
- PT Astra International Tbk menyumbang 20 unit ambulans
- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk menyumbang 10 unit ambulans
- Yayasan Melco Bhakti Nusa menyumbang 1 unit ambulans
“Kemitraan ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi dalam mempercepat penanganan krisis kesehatan,” kata Kunta.
Selain ambulans, Astra juga menyalurkan bantuan alat kesehatan untuk tujuh rumah sakit di Aceh serta fasilitas Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Medan.
Kemenkes juga menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar untuk melengkapi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Sebanyak 31 ambulans akan memperkuat layanan kesehatan di 11 kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Timur, Pidie Jaya, Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Pariaman.
Kemenkes berharap kehadiran ambulans dan dukungan alat kesehatan ini mempercepat pelayanan medis bagi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi bencana di masa mendatang.
Sumber referensi: Kemenkes









