Aksarabrita.com – Letnan Jenderal (Purn.) Djaka Budhi Utama resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Jumat, 23 Mei 2025. Penunjukan Djaka menggantikan Askolani yang kini menjabat sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan.
Djaka Budhi Utama merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990 dan berasal dari satuan elit TNI, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namanya sempat mencuat ke publik sebagai salah satu anggota Tim Mawar—unit yang dikenal karena keterlibatannya dalam operasi penangkapan aktivis pro-demokrasi pada akhir 1990-an.
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Djaka menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024. Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI.
Penunjukan Djaka menimbulkan kontroversi, terutama dari kalangan masyarakat sipil dan aktivis HAM, yang mempertanyakan masa lalunya dalam Tim Mawar. Namun, Mabes TNI telah memastikan bahwa Djaka sudah resmi pensiun dini dan berstatus sebagai purnawirawan, sehingga memenuhi syarat untuk menjabat posisi sipil di Kementerian Keuangan.
Menariknya, usai pelantikan, Djaka langsung bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Keputusan ini dinilai oleh sebagian kalangan sebagai bentuk spiritualitas dalam menjalani amanah baru di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Pemerintah berharap kepemimpinan Djaka Budhi Utama dapat membawa nilai tambah dalam penegakan hukum dan pengawasan di lingkungan Bea Cukai.
Aksarabrita.com – Letnan Jenderal (Purn.) Djaka Budhi Utama resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Jumat, 23 Mei 2025. Penunjukan Djaka menggantikan Askolani yang kini menjabat sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan.
Djaka Budhi Utama merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990 dan berasal dari satuan elit TNI, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namanya sempat mencuat ke publik sebagai salah satu anggota Tim Mawar—unit yang dikenal karena keterlibatannya dalam operasi penangkapan aktivis pro-demokrasi pada akhir 1990-an.
Sebelum menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Djaka menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024. Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI.
Penunjukan Djaka menimbulkan kontroversi, terutama dari kalangan masyarakat sipil dan aktivis HAM, yang mempertanyakan masa lalunya dalam Tim Mawar. Namun, Mabes TNI telah memastikan bahwa Djaka sudah resmi pensiun dini dan berstatus sebagai purnawirawan, sehingga memenuhi syarat untuk menjabat posisi sipil di Kementerian Keuangan.
Menariknya, usai pelantikan, Djaka langsung bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Keputusan ini dinilai oleh sebagian kalangan sebagai bentuk spiritualitas dalam menjalani amanah baru di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Pemerintah berharap kepemimpinan Djaka Budhi Utama dapat membawa nilai tambah dalam penegakan hukum dan pengawasan di lingkungan Bea Cukai.









