Aksarabrita.com – Seorang santriwati lulusan pondok pesantren Ndolo Kusumo di Pati membongkar pelecehan seksual yang ia alami selama mondok. Ia muncul di hadapan publik dengan mengenakan masker dan kacamata hitam, lalu duduk di samping pengacara Hotman Paris Hutapea dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia mengaku mengalami pelecehan oleh pengasuh ponpes, Ashari, sejak masih menjadi santri. Ia memilih melapor setelah lulus karena ingin lepas dari tekanan. Kini, ia memastikan langkahnya tetap kuat dan tidak akan mundur.
“Saya tidak akan mundur. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Bapak Kapolres jangan terpengaruh rayuan apa pun. Banyak teman saya juga menjadi korban,” tegasnya.
Ia juga mengungkap bahwa kasus ini tidak hanya menimpa dirinya. Ia menyebut sejumlah santriwati lain mengalami hal serupa di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Hotman Paris Hutapea langsung mengambil sikap tegas. Ia menyatakan akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan terus menyuarakan ke publik.
“Korban sudah melapor sejak Juni 2024. Kami akan terus kawal dan suarakan kasus ini. Di Indonesia, viralitas sering mempercepat keadilan,” ujar Hotman.
Polisi menangkap Ashari di Wonogiri setelah ia melarikan diri. Ia sempat berpindah lokasi hingga ke Bogor sebelum akhirnya petugas meringkusnya di sebuah petilasan.
Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi, menyebut pelaku melakukan pencabulan berulang kali sejak 2020 hingga 2024. Ia mencatat sedikitnya 10 kejadian terjadi di lokasi berbeda di lingkungan ponpes.
Kasus ini memicu perhatian luas. Publik kini menunggu langkah tegas aparat untuk memberikan keadilan bagi korban dan melindungi santri dari kejahatan serupa. (Run)








