Home / Nasioanal

Rabu, 8 Oktober 2025 - 09:19 WIB

Fenomena La Niña, Hujan Meluas di Indonesia Hingga Akhir 2025

Fenomena La Niña, Hujan Meluas di Indonesia Hingga Akhir 2025 @rumahzakat

Fenomena La Niña, Hujan Meluas di Indonesia Hingga Akhir 2025 @rumahzakat

BERITA NASIONAL //  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 2 Oktober 2025 memperingatkan kemunculan fenomena La Niña lemah pada akhir 2025. Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan dan memperpanjang musim hujan di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG merilis laporan berjudul “Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia” yang menyoroti perubahan pola iklim di kawasan Pasifik. Laporan tersebut menegaskan bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) tetap netral sepanjang tahun 2025, namun beberapa model iklim global menunjukkan munculnya La Niña lemah pada akhir tahun.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Wilayah yang  Berpotensi Terdampak Bibit Siklon Saat Nataru 2025-2026

Fenomena La Niña terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah mengalami pendinginan signifikan. Kondisi ini menurunkan pembentukan awan di wilayah Pasifik dan mendorong hujan lebih intens di Indonesia.

“Kondisi La Niña tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga :  Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR dan Gaji 13?

BMKG juga menilai bahwa Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase negatif hingga November 2025. Kondisi ini meningkatkan peluang hujan lebat di wilayah barat dan tengah Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan.

BMKG memproyeksikan akumulasi curah hujan musim 2025/2026 tetap normal, namun durasi musim hujan lebih panjang. Fenomena ini mencakup 325 zona musim (ZOM) atau 46,4% wilayah Indonesia.

Musim hujan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah. Sebanyak 333 ZOM (47,6%) mulai memasuki musim hujan pada September hingga November 2025. Wilayah Sumatra dan Kalimantan bahkan sudah menerima hujan sebelum September.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengganas, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Kepung Wilayah Selatan RI

BMKG mencatat puncak musim hujan jatuh pada November–Desember 2025 di Indonesia barat, serta Januari–Februari 2026 di wilayah selatan dan timur. Pola ini menunjukkan datangnya musim hujan lebih awal dari biasanya dan meningkatkan risiko banjir serta longsor di sejumlah daerah.

Berita ini 29 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kemenhan Bekali Awak Media Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan TA 2025

Nasioanal

Kemenhan Bekali Jurnalis Hadapi Daerah Rawan Bencana

Batang Hari

Viral Video Andini Permata dan Bocil Cek link
Menhan Sjafrie dan Kepala Suku Muyu Sepakat Perkuat Persatuan di Tanah Papua

Nasioanal

Menhan Sjafrie dan Kepala Suku Muyu Sepakat Perkuat Persatuan di Papua
Kemenkes Benahi Layanan Gawat Darurat Usai Kasus Irene Sokoy

Kesehatan & Olahraga

Kemenkes Benahi Layanan Gawat Darurat Usai Kasus Irene Sokoy

Daerah

Selamat, Puskesmas Rawang Raih Akreditasi Paripurna
BSU Oktober 2025

Nasioanal

Menaker Pastikan BSU Tak Cair Lagi Oktober 2025,Hoaks
Prabowo Subianto Berangkatkan Kontingen Indonesia ke SEA Games 2025 Thailand

Kesehatan & Olahraga

Prabowo Berangkatkan Kontingen Indonesia ke SEA Games 2025

Daerah

Banjir Rendam Denpasar, Warga Dievakuasi dari Jalan Pulau Misol