Home / Pemerintah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kemenag Bangun MIN 5 Pidie Jaya Aceh yang Hilang Akibat Banjir

Titik lokasi MIN 5 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir

Titik lokasi MIN 5 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir

BANDA ACEH, Aksarabrita.com – Kementerian Agama (Kemenag) mulai membangun kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Pidie Jaya yang hilang akibat banjir besar pada akhir November 2025. Proses pembangunan gedung baru madrasah tersebut telah berjalan selama sekitar satu bulan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya saat ini memasuki tahap penimbunan lahan.

“Tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini sudah berlangsung sekitar sebulan lalu,” kata Azhari di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). dilansir dari Kemenag

Menurut Azhari, pembangunan gedung baru berdiri di atas lahan seluas 6.200 meter persegi yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi lama. Banjir besar mengubah lokasi madrasah sebelumnya menjadi aliran sungai.

Baca Juga :  Kodim Kerinci Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H

“Sekarang prosesnya masih tahap penimbunan tanah dan sekitar 70 persen lahan sudah tertimbun,” ujarnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan sementara yang telah disiapkan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya. Kemenag akan menggunakan dana tersebut untuk membangun gedung sekolah dan melengkapi fasilitas serta meubelair baru.

“Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang dengan ikhlas menghibahkan tanahnya,” kata Azhari.

Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya berdiri di atas tanah hibah dari sejumlah warga Aceh. Salah satu penyumbang lahan tersebut ialah Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014-2020.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Monadi Serahkan Proposal Infrastruktur kepada Menko Agus Harimurti Yudhoyono

Selain itu, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala membantu penyusunan master plan gedung baru madrasah tersebut.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan dan Permukiman, masyarakat umum, Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh juga ikut mendukung proses penimbunan lahan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Arskal Salim, mengapresiasi masyarakat Aceh, khususnya warga Seunong, yang menghibahkan tanah demi keberlangsungan pendidikan agama.

Ia menilai dukungan masyarakat menjadi bukti kuatnya kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Aceh.

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Kerahkan 11 Helikopter

Pemerintah

Presiden Kerahkan 11 Helikopter, Bantuan di Lokasi Bencana
Kabar Baik! DPR Usul Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Dibayar Pusat

Pemerintah

Kabar Baik! DPR Usul Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Dibayar Pusat
Kader Posyandu Unjuk Keterampilan di Jambore PKK Kota Sungai Penuh 2025

Daerah

Kader Posyandu Unjuk Keterampilan di Jambore PKK 2025
Wako Alfin Kukuhkan Pengurus DWP Sungai Penuh 2024–2029

Daerah

Wako Alfin Kukuhkan Pengurus DWP Sungai Penuh 2024–2029
Bupati Bekasi Ade Kuswara (Dok Pemkab Bekasi)

Pemerintah

Dari Neneng hingga Ade, Dua Bupati Bekasi Terjerat OTT KPK

Batang Hari

Habib Rizieq Dikaruniai Bayi Laki-Laki di Usia 59 Tahun
Pendidikan Gratis Sekolah Negeri Jadi Fokus Pemerintah

Nasioanal

Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis untuk Sekolah Negeri

Nasioanal

Kemendikdasmen Gelar Simulasi TKA di Garut