MALANG – Menteri Koperasi Ferry Juliantono memilih tidak banyak memberikan tanggapan terkait meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat mengikuti latihan Pendidikan Dasar Kemiliteran di sejumlah daerah.
Saat ditemui usai menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Pesantren Daarul Ukhuwah, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026), Ferry menegaskan persoalan tersebut bukan menjadi kewenangannya.
“Nanti, nanti. Bukan, bukan saya, bukan di saya itu,” ujar Ferry singkat sebelum meninggalkan lokasi menggunakan mobil dinasnya.
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga meluncurkan Koperasi Sekunder MPDI.
Korban Terakhir Meninggal di Kalimantan Barat
Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah Nola Dya Sari, calon manajer KDMP yang mengikuti pelatihan di Kalimantan Barat, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis pada Jumat (26/6/2026) pukul 21.03 WIB.
Dengan meninggalnya Nola, jumlah peserta yang meninggal selama mengikuti pelatihan Pendidikan Dasar Kemiliteran calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai lima orang.
Ferry Tidak Menanggapi Evaluasi Pemerintah
Selain enggan membahas penyebab kematian para peserta, Ferry juga tidak memberikan jawaban saat awak media menanyakan langkah evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.
Ia langsung mengakhiri sesi wawancara tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tindak lanjut pemerintah atas insiden tersebut.
Pembangunan KDMP Terus Berjalan
Dalam sambutannya pada Sarasehan Nasional MPDI 2026, Ferry menjelaskan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih terus menunjukkan perkembangan.
Menurutnya, sebanyak 13.000 unit telah selesai dibangun sepenuhnya, sementara lebih dari 20.000 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Ferry menargetkan sekitar 30.000 bangunan, termasuk gudang, gerai, dan berbagai fasilitas pendukung Koperasi Desa Merah Putih, rampung dalam waktu dekat.
Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengerjakan proyek tersebut. Selanjutnya, perusahaan itu bekerja sama dengan TNI guna mempercepat proses pembangunan sehingga seluruh target dapat selesai tepat waktu.




















