TANJAB BARAT, Aksarabrita.com // Ribuan warga tumpah ruah di Kuala Tungkal saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melepas peserta Festival Arakan Sahur Minggu ke-2, Sabtu malam (28/02). Sorak sorai menggema, lampu warna-warni berkilau, dan semangat Ramadan menyatu dalam satu malam yang penuh energi.
Sejak petang, masyarakat sudah memadati sepanjang rute arakan. Warga dari berbagai penjuru, termasuk Kota Jambi, datang lebih awal demi menyaksikan langsung tradisi tahunan yang selalu membakar antusiasme publik. Jalanan berubah menjadi lautan manusia yang tak henti memberi tepuk tangan dan dukungan.
Anwar Sadat hadir di tengah kerumunan dengan wajah penuh semangat. Ia mengajak masyarakat menjaga Arakan Sahur sebagai identitas budaya yang membanggakan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghidupkan tradisi yang mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai kebersamaan selama Ramadan.
Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Zulhiardi, S.IP., M.Han., Kapolres Tanjab Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., Ketua TP PKK Kabupaten Tanjab Barat Hj. Fadhilah Sadat, S.H., serta jajaran pejabat daerah ikut menyatu bersama masyarakat menyaksikan kemeriahan malam itu.
Peserta festival tampil total. Mereka mengarak ornamen megah dengan dekorasi kreatif dan memadukan dentuman alat musik tradisional serta modern. Setiap kelompok menghadirkan konsep unik yang memikat mata dan telinga. Cahaya lampu menghiasi setiap sudut arakan, menciptakan panorama malam yang dramatis dan memukau.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam kegembiraan. Mereka mengabadikan momen, bersorak, dan menikmati setiap detik pertunjukan. Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang ekspresi dan kebanggaan masyarakat Tanjab Barat.
Festival Arakan Sahur kini menjelma menjadi ikon Ramadan di Kuala Tungkal. Tradisi ini tidak hanya menghidupkan suasana sahur, tetapi juga meneguhkan jati diri daerah. Di bawah kepemimpinan Anwar Sadat, semangat melestarikan budaya terus menyala dan menggerakkan generasi muda untuk mencintai warisan leluhur.
Malam itu, Kuala Tungkal tidak hanya merayakan festival, masyarakat merayakan kebersamaan, kebanggaan, dan semangat Ramadan yang menyatukan semuanya. (Run)




