Aksarabrita.com – Tim para atletik Indonesia mengukir prestasi gemilang di ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunis, Tunisia. Skuad Merah Putih menguasai persaingan yang melibatkan 484 atlet dari 58 negara dan merebut gelar juara umum.
Indonesia mengoleksi 29 medali yang terdiri dari 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Merah Putih ke puncak klasemen sekaligus mempertegas kekuatan para atlet Indonesia di level internasional.
Sejak hari pertama pertandingan, para atlet Indonesia tampil agresif dan konsisten. Mereka bersaing di nomor lintasan, lapangan, dan lempar dengan semangat tinggi untuk mengharumkan nama bangsa.
Dilansir dari Kemenpora 24 Juni 2026, Saptoyogo Purnomo memimpin perolehan medali emas Indonesia. Ia memenangkan nomor lari 100 meter putra T37 dan 200 meter putra T37/38. Karisma Evi Tiarani juga menunjukkan performa impresif dengan menjuarai nomor lari 100 meter putri T36/42/44 serta lompat jauh putri T42/44/46/47.
Ni Made Arianti Putri menyumbang emas pada nomor lari 100 meter putri T12. Ia juga memperkuat tim estafet universal 4×100 meter yang berhasil meraih medali emas. Nanda Mei Sholihah turut menambah pundi-pundi emas Indonesia melalui nomor lari 100 meter putri T46/47 dan 200 meter putri T46/47.
Maria Goreti Sami Yati menyumbang dua medali emas dari nomor lari 100 meter putri T34/53/54 dan 400 meter putri T54. Muhammad Ridho Alfares Putra, Partin, Alfin Nomleni, Taufik Abdul Karim, dan Ansyari juga menyumbang emas dari nomor yang mereka ikuti.
Pada kategori perak, Reza Pramana Perangin Angin, Jaenal Aripin, Helin Wardina, Suparni Yati, Lia Priyanti, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Ni Made Arianti Putri berhasil menambah koleksi medali Indonesia.
Sementara itu, Rizal Bagus Saktyono, Fauzi Purwolaksono, Taufik Abdul Karim, Partin, Vitasari, Figo Saputra, dan Jaenal Aripin menyumbang tujuh medali perunggu untuk Indonesia.
Keberhasilan ini lahir dari latihan yang disiplin, kerja keras yang konsisten, serta semangat juang yang tidak pernah surut. Para atlet, pelatih, dan tim pendukung bekerja sama untuk membawa Indonesia bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.
Prestasi di Tunisia sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet disabilitas Indonesia memiliki kemampuan, mental juara, dan daya saing yang kuat di panggung internasional. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menginspirasi masyarakat melalui dedikasi dan perjuangan yang luar biasa.
Gelar juara umum World Para Athletics Grand Prix 2026 memperkuat optimisme Indonesia dalam menghadapi berbagai kejuaraan internasional berikutnya. Para atlet para atletik Indonesia membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu mengangkat Merah Putih ke podium tertinggi dunia.
Dari Tunisia, para atlet para atletik kembali menghadirkan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka membuktikan bahwa tekad yang kuat mampu mengubah tantangan menjadi prestasi. (***)



















