Koto Baru – Semangat kebersamaan masyarakat Kecamatan Koto Baru kembali terlihat dalam persiapan Kenduri SKO Karang Setio Tap. Tidak hanya mendapat dukungan dari TNI dan Polri, para pedagang bersama perwakilan enam desa di wilayah Koto Baru juga turut ambil bagian dengan menyumbangkan satu ekor kerbau demi menyukseskan acara adat tersebut.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan pedagang 9 Luhah Kecamatan Koto Baru kepada panitia Kenduri SKO Koto Baru, Kamis (16/4/26).
Kenduri SKO Karang Setio Tap kali ini menjadi momen bersejarah, karena merupakan pelaksanaan pertama dalam sejarah Koto Baru. Hal ini membuat antusiasme masyarakat semakin tinggi untuk terlibat dan berkontribusi dalam setiap rangkaian kegiatan.
Partisipasi ini menjadi bukti bahwa Kenduri SKO bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum mempererat persatuan masyarakat sekaligus bentuk kepedulian bersama terhadap leluhur. Para pedagang dengan sukarela memberikan kontribusi, sementara masyarakat dari enam desa bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan acara.
Keterlibatan berbagai elemen ini menciptakan suasana kebersamaan yang kental. Mulai dari penyediaan bahan konsumsi, perlengkapan kegiatan, hingga dukungan tenaga, semuanya dilakukan secara bersama-sama tanpa pamrih.
Salah satu perwakilan pedagang, Didi Hermanto, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan adat dan budaya.
“Kenduri SKO ini adalah milik bersama. Ini juga bentuk kepedulian kita kepada leluhur. Sudah seharusnya kita semua ikut berpartisipasi agar acara berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.Ia juga menegaskan komitmen pedagang dari enam desa untuk terus mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Kami dari pedagang enam desa Koto Baru siap ikut andil demi suksesnya Kenduri SKO ini. Ini bukan hanya acara adat, tapi juga bentuk kebersamaan dan kepedulian kita terhadap warisan leluhur,” tambahnya.
Dengan sinergi antara TNI, Polri, pedagang, dan masyarakat desa, pelaksanaan Kenduri SKO Karang Setio Tap di Kecamatan Koto Baru diharapkan berlangsung meriah dan penuh makna. Kebersamaan ini menjadi simbol kuatnya persatuan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. (Jv)






