Home / Nasioanal / Pemerintah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 14:18 WIB

Prabowo Dorong UMKM dan Kerja Sama Multilateral APEC 2025

Presiden Prabowo pada APEC Economic Leaders’ Meeting 2025 di Gyeongju, Republik Korea. Foto SetkabRI

Presiden Prabowo pada APEC Economic Leaders’ Meeting 2025 di Gyeongju, Republik Korea. Foto SetkabRI

Aksarabrita.com // Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta penguatan kerja sama multilateral untuk membangun kawasan Asia Pasifik yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo menyampaikan pandangan itu saat membuka sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, pada Jumat (31/10/2025).

Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan memberi manfaat kepada seluruh masyarakat. Ia mendorong kolaborasi pemerintah dan swasta agar fokus pada ekonomi yang berorientasi pada rakyat.

“APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Hujan Lebat Picu Longsor di Bungo, Satu Keluarga Tertimbun

Presiden menjelaskan langkah nyata Indonesia dalam memberdayakan UMKM dan koperasi melalui peningkatan akses digital dan keuangan. Program itu membantu pelaku usaha memperluas pasar dan masuk ke rantai nilai global.

“Di Indonesia, kami menjalankan program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi agar mampu mengoptimalkan potensi, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Prabowo.

Presiden juga menyoroti ancaman kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika. Ia menilai ancaman itu bisa mengguncang stabilitas ekonomi kawasan jika setiap negara bekerja sendiri.

“Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika menjadi bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  DPRD Setujui Perubahan APBD Kota Sungai Penuh 2026

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memerangi korupsi dan praktik bisnis serakah demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil dan berintegritas. Ia menyebut pengalaman itu membuat Indonesia mampu berperan sebagai jembatan antara ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan global.

“Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman ini menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama nyata di bawah semangat multilateralisme agar APEC benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat di kawasan.

“Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya. (Fh)

Share :

Baca Juga

Batang Hari

Skema Iuran BPJS Kesehatan  Per 1 Juli 2025 Cek Disni

Batang Hari

Waspada! 21 Jenis Penyakit Ini Tidak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan per Agustus 2025
Jadwal Timnas Indonesia U-23

Kesehatan & Olahraga

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025

Batang Hari

Anggota DPR RI Apresiasi Kinerja Polri Berantas Premanisme dan Narkotika

Daerah

Isi Lengkap Tuntutan Rakyat 17+8 Aspirasi untuk Pemerintah
Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Starbucks Saat Jam Kerja, Menkeu Purbaya Meledak

Nasioanal

Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Starbucks Saat Jam Kerja, Purbaya Ancam Pecat

Hukum & Kriminal

Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Ditangkap, Ternyata Ini Pekerjaannya

Hukum & Kriminal

Bayar Simpanan Rp10 Juta Semalam, Kompol Yogi Ternyata Tak Punya Mobil