Banjarbaru Aksarabrita.com // Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat Rintisan secara hybrid dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Pemerintah menjalankan program ini untuk memperluas akses pendidikan yang setara dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Pada tahap pertama, pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat di 131 kabupaten dan kota. Sebaran lokasinya meliputi 35 titik di Sumatera, 70 titik di Jawa, 13 titik di Kalimantan, 28 titik di Sulawesi, 7 titik di Maluku, dan 6 titik di Papua. Pemerintah menargetkan pemerataan pendidikan hingga menjangkau wilayah terluar dan tertinggal.
Setiap Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama dan menyediakan fasilitas lengkap. Sekolah memberi komputer atau laptop untuk setiap siswa, menghadirkan TV board di ruang kelas, serta membangun sarana olahraga dan musik. Sekolah juga menyajikan makan bergizi tiga kali sehari untuk menjaga kesehatan dan fokus belajar para siswa.
Dalam agenda peresmian, Presiden Prabowo bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, dan jajaran Kabinet Merah Putih meninjau Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru. Presiden menyapa para murid, berbincang dengan guru, dan mengamati langsung kegiatan belajar mengajar.
Presiden juga mengunjungi ruang kelas, laboratorium, amphitheatre, dan ruang makan bersama. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan produktif.
Saat ini, hampir 16.000 siswa mengikuti Program Sekolah Rakyat, sementara lebih dari 7.000 tenaga pendidik mengajar di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 500 Sekolah Rakyat dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah.
Melalui program ini, pemerintah membuka peluang pendidikan yang adil bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun tempat tinggal.









