BATANGHARI — PS Pers Kerinci–Sungai Penuh menorehkan prestasi membanggakan dalam Liga Pers Jambi 2026. Tim dari Kerinci dan Sungai Penuh itu melaju hingga partai final pada turnamen yang berlangsung 23–25 Juni 2026 di Kabupaten Batanghari.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh meraih posisi runner-up setelah PS Pers Batanghari mengalahkan mereka melalui adu penalti dengan skor 5-4.
Meski gagal meraih trofi juara, perjuangan para insan pers Kerinci dan Sungai Penuh mendapat apresiasi. Mereka menunjukkan kekompakan dan semangat bertanding di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik.
Tampil Berani di Partai Final
Final Liga Pers Jambi 2026 berlangsung di Stadion Batanghari. Kedua tim langsung tampil agresif sejak awal pertandingan.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Lini belakang mereka tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah serangan PS Pers Batanghari.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh juga mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu beberapa kali membuka ruang di pertahanan tuan rumah.
Drama terjadi menjelang akhir babak kedua. Penyerang PS Pers Kerinci–Sungai Penuh mendapat pelanggaran di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih.
Namun, peluang emas itu belum menghasilkan gol. Penendang PS Pers Kerinci–Sungai Penuh gagal menaklukkan penjaga gawang Batanghari.
Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir. Kedua tim kemudian menjalani adu penalti.
PS Pers Batanghari akhirnya menang 5-4. Hasil tersebut mengantarkan tuan rumah meraih gelar juara Liga Pers Jambi 2026.
Perjalanan Menuju Partai Puncak
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh menunjukkan performa impresif sejak babak penyisihan.
Mereka mengawali perjalanan dengan kemenangan telak 4-1 atas PS Pers Muaro Jambi.
Pada pertandingan berikutnya, PS Pers Kerinci–Sungai Penuh kembali meraih kemenangan. Mereka menundukkan PS Pers Kota Jambi dengan skor 3-1.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh kemudian menghadapi PS Pers Kota Jambi pada semifinal. Kedua tim tampil disiplin dan saling menekan sepanjang pertandingan.
Kerja sama antarpemain akhirnya membawa hasil. PS Pers Kerinci–Sungai Penuh mencetak kemenangan 1-0 dan memastikan tiket ke final.
Jurnalis Tampil di Lapangan
Manajer PS Pers Kerinci–Sungai Penuh, Gusnadi, mengapresiasi perjuangan seluruh pemain.
Ia menilai para pemain mampu menjaga kekompakan meski harus membagi waktu antara pekerjaan jurnalistik dan persiapan pertandingan.
“Sejak awal kami menargetkan bisa menembus final, dan Alhamdulillah target itu tercapai. Ini berkat kekompakan dan semangat seluruh pemain di tengah kesibukan profesi mereka sebagai jurnalis. Tahun depan, tentu kita bidik target yang lebih tinggi,” ujar Gusnadi.
Kapten tim, Heru, juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya. Menurutnya, pertandingan melawan tuan rumah menjadi tantangan besar bagi seluruh pemain.
“Semua pemain sudah berjuang maksimal. Bertanding melawan tuan rumah yang diisi pemain-pemain muda tentu bukan hal mudah. Ini modal berharga bagi kami untuk tampil lebih tangguh ke depannya,” ungkap Heru.
Ariel Raih Gelar Pemain Terbaik
Prestasi PS Pers Kerinci–Sungai Penuh semakin lengkap dengan penghargaan individu.
Ariel menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian sepanjang turnamen. Performa apiknya mengantarkan Ariel meraih gelar Pemain Terbaik Liga Pers Jambi 2026.
Penghargaan tersebut melengkapi perjuangan PS Pers Kerinci–Sungai Penuh di Liga Pers Jambi tahun ini.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh membawa 18 pemain dalam kompetisi tersebut. Mereka terdiri dari Heru sebagai kapten, Endi, Akhirman, Iskandar, Edia, Hendri Dede, Jemi, Fendri, Wis, Dodi, Yudi, Desman, Dedi, Budi G, Ariel, Jul Vikalo, Dayat, dan Yumna.
Pena, Peluh, dan Solidaritas
Liga Pers Jambi 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan untuk merebut trofi. Turnamen ini juga memperkuat solidaritas insan pers dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
PS Pers Kerinci–Sungai Penuh membuktikan bahwa profesi jurnalis tidak hanya berlangsung di ruang redaksi.
Para jurnalis Kerinci dan Sungai Penuh mampu membagi waktu antara mencari berita dan bertanding di lapangan.
Mereka memang belum membawa pulang gelar juara. Namun, posisi runner-up dan penghargaan Pemain Terbaik untuk Ariel menjadi bukti kerja keras seluruh tim.
Dari ujung barat Provinsi Jambi, para insan pers itu membawa pesan kuat: pena dan peluh dapat berjalan bersama.
Mereka merangkai kata di ruang redaksi sekaligus mengukir prestasi di atas rumput hijau. (Tim)

















