BERITA VIRAL — Kabar duka menyelimuti umat Islam di Indonesia. Ustaz Dr. H. M. Yahya Yopie Waloni dikabarkan wafat secara mendadak pada Jumat (6/6/2025) siang, usai menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah Minasa Upa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.35 WITA. Menurut saksi mata, Ustaz Yahya sempat berdiri untuk memulai khutbah kedua, namun tiba-tiba memegang dadanya dan kemudian ambruk di atas mimbar. Para jamaah yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke RS Klinik Bahagia yang terletak tidak jauh dari lokasi masjid. Sayangnya, nyawa beliau tidak berhasil diselamatkan.
Riwayat Kesehatan dan Dugaan Penyebab Kematian
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga ataupun tim medis terkait penyebab pasti kematian. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Ustaz Yahya diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani perawatan intensif pada tahun-tahun sebelumnya. Dugaan sementara, beliau mengalami serangan jantung mendadak saat berdakwah.
Jadwal Pemakaman dan Tanggapan Keluarga
Jenazah Ustaz Yahya Waloni sempat disemayamkan di Masjid Darul Falah sebelum diberangkatkan ke Jakarta atas permintaan keluarga. Rencana pemakaman akan dilakukan di kampung halamannya atau di lokasi yang telah ditentukan keluarga, yang hingga kini masih dalam koordinasi lebih lanjut.
Profil Singkat Ustaz Yahya Waloni
Yahya Waloni dikenal luas sebagai pendakwah dan mantan pendeta Kristen yang memutuskan untuk memeluk Islam pada tahun 2006. Lahir di Manado pada 30 November 1970, beliau pernah menjabat sebagai Rektor Sekolah Tinggi Teologi Calvinis Ebenhaezer di Sorong, Papua Barat, sebelum kemudian mengabdikan hidupnya untuk dakwah Islam. Gaya ceramahnya yang lantang dan penuh semangat membuatnya dikenal luas di berbagai daerah, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Duka dan Doa dari Masyarakat
Kabar wafatnya Ustaz Yahya Waloni sontak menjadi perhatian luas masyarakat, terutama di kalangan umat Islam. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai tokoh dan organisasi keagamaan. Banyak yang mengenang sosoknya sebagai ulama yang berani dan konsisten dalam menyampaikan dakwah, meskipun tak lepas dari kontroversi sepanjang kiprahnya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami kehilangan seorang dai yang gigih dalam menyampaikan dakwah. Semoga Allah menerima semua amal baik beliau dan menempatkannya di sisi-Nya yang mulia,” tulis salah satu warganet dalam unggahan media sosial.










