BERITA VIRAL // Kasus kematian tragis Anti Puspitasari (28), ibu hamil yang ditemukan tewas di salah satu hotel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang, kini semakin terungkap. Pelaku bernama Febrianto mengaku sempat menenggak obat kuat sebelum melakukan pembunuhan keji terhadap korban.
Dalam penyelidikan polisi, Febrianto mengakui bahwa obat yang dikonsumsinya membuat dirinya kehilangan kendali dan tak bisa berpikir jernih. Ia mengaku awalnya hanya berniat berkencan dengan korban, namun situasi berubah menjadi cekcok hingga berujung maut.
“Saya minum obat kuat dulu biar tahan, tapi malah pusing dan emosi,” ujar Febri di hadapan penyidik.
Sebelum insiden maut itu, Febrianto berkenalan dengan korban melalui grup Facebook yang berisi tawaran “open BO”. Dari situlah komunikasi antara keduanya terjalin hingga akhirnya sepakat untuk bertemu di sebuah hotel di kawasan Lawang Kidul, Kecamatan IT II, Palembang.
Dalam pemeriksaan, Febrianto mengaku sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Anti dan sempat melakukan tawar-menawar tarif kencan.
“Berapa hari janjian, tanya berapa kak. Dia bilang Rp 300 dua kali main,” kata Febri menirukan isi chat dengan korban.
Pertemuan itu terjadi pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 17.30 WIB, sesaat setelah korban mengantar suaminya bekerja. Tak lama setelah bertemu, terjadi pertengkaran yang berakhir dengan pembunuhan.
Dari keterangan suami korban, Adi Rosiadi, hubungan rumah tangga mereka sempat terguncang karena adanya pesan mesra dari pria lain di ponsel Anti.
“Sempat hampir selesai, hampir pisah,” ungkap Adi.
Namun, ia mengurungkan niat menceraikan istrinya karena mengetahui Anti tengah mengandung. Meski begitu, Anti disebut tak kapok dan diam-diam tetap melayani pria lain dengan alasan bekerja sebagai driver ojek online atau kurir makanan.
Usai ditangkap, Febrianto mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia mengklaim tak berniat membunuh korban, namun kehilangan kontrol akibat efek obat yang diminumnya. Polisi kini masih mendalami motif pasti, termasuk memeriksa kandungan obat kuat yang dikonsumsi pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan ibu hamil dan dugaan penggunaan obat kuat sebelum pembunuhan terjadi.








