Makassar, Aksarabrita.com // Nama Iptu Nasrullah mendadak jadi sorotan setelah turut berperan penting dalam penyelamatan Bilqis Ramadhani, bocah empat tahun asal Makassar yang diculik dan dibawa hingga ke Jambi. Di balik seragamnya sebagai perwira polisi, Nasrullah menyimpan kisah perjalanan hidup yang inspiratif dari anak desa di Jeneponto, hingga meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Bagi rekan-rekannya di Polrestabes Makassar, Iptu Nasrullah dikenal sebagai sosok tegas, disiplin, namun tetap humanis. Saat kasus penculikan Bilqis mencuat awal November 2025, ia menjadi bagian dari tim inti yang melakukan pengejaran lintas pulau, dari Makassar hingga Yogyakarta dan Jambi.
Dedikasinya dalam operasi itu membuatnya ikut menerima penghargaan dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bertepatan dengan peringatan HUT ke-418 Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Minggu (9/11/2025).
“Bagi saya, penghargaan ini bukan untuk pribadi, tapi untuk seluruh anggota yang bekerja tanpa lelah. Tugas kami adalah memastikan masyarakat merasa aman,” ungkap Nasrullah dengan rendah hati.
Lahir di Jeneponto, 21 Juni 1987, Nasrullah tumbuh di lingkungan sederhana. Namun semangat belajarnya tak pernah surut. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Lembangloe (lulus 1999), lalu melanjutkan ke MTs Modern Takalar (2002) dan MA Takalar (2005).
Selepas sekolah menengah, ia menempuh pendidikan D-3 Keperawatan di Akademi Mappaodang (2011) serta S-1 Manajemen di STIM LPI Makassar (2010). Hasratnya untuk terus belajar membawanya melanjutkan studi S-2 di Universitas Muslim Indonesia (2019), dan akhirnya meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin (2025).
Karier kepolisian Nasrullah dimulai pada tahun 2006 sebagai BA Ditsamapta Polda Sulsel. Ia kemudian dipercaya mengabdi di Biddokkes Polda Sulsel (2014) dan Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sulsel (2017). Dedikasi dan prestasinya membuatnya terus naik jabatan hingga kini menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang.
Ia juga dikenal gemar berbagi ilmu kepada junior dan masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, Nasrullah menjadi pembicara di kegiatan penyuluhan hukum dan pembinaan remaja di lingkungan sekolah.
Bagi Nasrullah, pendidikan bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi bekal untuk melayani publik dengan lebih bijak.
“Ilmu hukum mengajarkan saya untuk menegakkan keadilan dengan hati. Polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi juga pelindung masyarakat,” ujarnya.
Dengan latar belakang akademik yang kuat dan dedikasi yang nyata di lapangan, Iptu Nasrullah menjadi contoh nyata bahwa seorang polisi bisa sekaligus menjadi intelektual, pelindung, dan pelayan masyarakat.









