Home / Kesehatan & Olahraga

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:49 WIB

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Tidur

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Setiap Usia. (Foto Alodokter)

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Tidur Setiap Usia. (Foto Alodokter)

Aksarabrita.com // Tidur memberi dorongan kuat bagi tumbuh kembang anak karena tubuh melepaskan hormon pertumbuhan, memperkuat imunitas, dan membantu otak memproses pengalaman baru. Setiap fase usia menghadirkan tantangan tidur yang berbeda sehingga orang tua perlu menyesuaikan strategi agar anak memiliki pola tidur yang sehat.

Tidur yang cukup meningkatkan konsentrasi anak, menjaga kestabilan emosi, dan memperkuat kemampuan belajar. Namun, pola tidur anak sering berubah mengikuti perkembangan usia. Orang tua dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut dengan memahami kebutuhan tidur sesuai fase tumbuh kembang.

Tantangan Tidur pada Bayi Baru Lahir (0–3 Bulan)

1. Tidur Tidak Teratur

Bayi baru lahir memiliki siklus tidur pendek sekitar 40–60 menit dan lebih sering berada dalam tidur ringan. Mereka sering bergerak, mengerutkan wajah, atau tampak gelisah saat tidur. Total waktu tidur mereka dapat mencapai 14–17 jam sehari.

Orang tua dapat mulai mengenalkan pola eat–play–sleep. Bayi menyusu setelah bangun, lalu melakukan aktivitas seperti tummy time atau interaksi ringan, dan tidur ketika menunjukkan tanda mengantuk. Pola berulang ini membantu otak bayi mengenali ritme harian.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah di SEA Games 2025 Thailand

2. Siang dan Malam Terbalik

Ritme sirkadian bayi belum bekerja secara optimal sehingga mereka cenderung aktif di malam hari. Orang tua dapat membantu pembentukan ritme siang–malam dengan cara:

memberi paparan sinar matahari di siang hari,

mengajak bayi beraktivitas saat terang,

menciptakan suasana malam yang tenang dan redup.

Dengan cara ini, otak bayi mengenali cahaya sebagai sinyal untuk aktif dan gelap sebagai sinyal untuk tidur.

Tantangan Tidur pada Bayi (4–12 Bulan)

Hanya Mau Tidur Jika Digendong atau Disusui

Bayi membentuk asosiasi tidur berdasarkan kebiasaan. Ketika orang tua selalu menidurkan bayi dengan menggendong atau menyusui, otak bayi menganggap dua kebiasaan itu sebagai syarat untuk tidur. Setelah bangun, bayi pun mencari stimulus yang sama.

Orang tua dapat mengenalkan rutinitas baru seperti mandi air hangat, pijat lembut, membaca buku, memainkan white noise, atau bernyanyi sebelum bayi masuk ke tempat tidur.

Bayi yang terjaga terlalu lama sering memproduksi kortisol dan adrenalin sehingga mereka menjadi rewel dan sulit tidur kembali. Orang tua dapat mencegah kondisi ini dengan memastikan waktu tidur siang cukup dan menyesuaikan wake windows sesuai usia.

Baca Juga :  Kerusuhan Nepal Meletus, Rakyat Marah pada Pejabat Pamer Kemewahan di Tengah Kemiskinan

Tantangan Tidur pada Balita (>1 Tahun)

Sulit Diajak Tidur

Balita ingin menunjukkan kemandirian dan sering menolak instruksi ketika merasa kehilangan kendali. Orang tua dapat menawarkan pilihan sederhana, seperti memilih piyama atau buku cerita. Cara ini memberi anak kesempatan mengambil keputusan tanpa mengacaukan rutinitas.

Orang tua perlu memeriksa kembali intensitas aktivitas siang hari. Anak yang tidak bergerak aktif biasanya tidak merasa lelah sehingga menolak tidur. Pada usia 3–5 tahun, beberapa anak tidak lagi membutuhkan tidur siang selama kualitas tidur malam tetap baik. Ketika anak tidak membutuhkan tidur siang, orang tua dapat membuat quiet time melalui membaca, mewarnai, atau mendengarkan musik lembut.

Setiap usia membawa perubahan dalam pola tidur anak. Orang tua yang hadir dengan empati membantu anak membangun rasa aman dan melihat tidur sebagai kebutuhan, bukan kewajiban. Ketika gangguan tidur menurunkan fokus, nafsu makan, atau interaksi anak, orang tua perlu melakukan langkah korektif segera. Pendekatan yang tepat akan menjadikan tidur sebagai fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. (Fh)

Share :

Baca Juga

Timur Kapadze Tiba di Indonesia, Benarkah Siap Menjalani Wawancara Pelatih Timnas Indonesia?

Kesehatan & Olahraga

Timur Kapadze Tiba di Indonesia, Benarkah Siap Menjalani Wawancara Pelatih Timnas Indonesia?
Indonesia Sapu Gelar SEABA U17 3x3 2026, Putra dan Putri Jadi Juara

Kesehatan & Olahraga

Indonesia Sapu Gelar SEABA U17 3×3 2026, Putra dan Putri Jadi Juara
Atlet Indonesia Terus Berjaya, Koleksi 33 Emas di SEA Games ke-33 Thailand

Daerah

Atlet Indonesia Koleksi 33 Emas di SEA Games Thailand
Indonesia VS Singapura

Kesehatan & Olahraga

Indonesia vs Singapura, The Lions Siap Tampil Maksimal
PT PLTA Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis

Daerah

PT PLTA Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis
Kaki Bengkak Terus-Menerus, Waspadai 10 Penyebabnya

Kesehatan & Olahraga

Kaki Bengkak Terus-Menerus, Waspadai 10 Penyebabnya

Daerah

Resmi! Patrick Kluivert Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
Benjolan di leher

Kesehatan & Olahraga

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher Secara Alami