Home / Nasioanal

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:35 WIB

Kemarau 2026 Lebih Panjang! BMKG Modifikasi Cuaca

Sumber: https://www.bmkg.go.id/

Sumber: https://www.bmkg.go.id/

Nasional, Aksarabrita.com // Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengawasi perkembangan cuaca di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengantisipasi banjir.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pihaknya masih menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau dan Kalimantan Barat. Operasi ini menyasar titik-titik rawan karhutla agar potensi kebakaran bisa ditekan sejak dini.

Di Riau, BMKG menambah curah hujan melalui OMC. Tujuannya agar tanah menjadi lebih basah dan kadar air meningkat. Kondisi lahan yang jenuh air dinilai mampu mengurangi risiko munculnya titik api saat musim kemarau tiba.

Berbeda dengan Riau, pendekatan di Sumatera Utara menyesuaikan kondisi lapangan. BMKG mengatur intensitas hujan karena beberapa daerah masih terdampak banjir, termasuk Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  FIFA Percayakan Ivan Barton Pimpin Semifinal Spanyol vs Prancis

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam sepekan ke depan. Karena itu, pemantauan terus diperkuat.

Pemerintah juga menyiapkan rapat koordinasi nasional untuk menghadapi potensi karhutla menjelang musim kemarau. Selama awan yang bisa disemai masih tersedia, BMKG akan mengoptimalkan modifikasi cuaca agar kondisi lahan tetap lembap.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak musim kering yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada 2026.

BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 mulai terjadi pada April, diawali dari wilayah Nusa Tenggara, lalu meluas bertahap ke daerah lain. Durasi kemarau diprediksi lebih panjang dari normal di sebagian besar dari 400 Zona Musim (ZOM).

Puncak kemarau diproyeksikan terjadi secara bertahap:

  • Juli 2026: sebagian Sumatera dan Kalimantan.
  • Agustus 2026: Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
  • September 2026: sebagian Lampung, sebagian wilayah Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi utara dan timur, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.
Baca Juga :  Satresnarkoba Pesisir Selatan Ungkap Peredaran Sabu, Tiga Pria Ditangkap

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan sejak dini, terutama di wilayah rawan karhutla dan daerah yang sering terdampak banjir.***

Share :

Baca Juga

Tes Kemampuan Akademik, Asesmen Baru Pendidikan Nasional

Nasioanal

Tes Kemampuan Akademik (TKA) Diterapkan
BKN Buka Suara soal Gaji PPPK Paruh Waktu, Tidak Layak

Nasioanal

BKN Buka Suara soal Gaji PPPK Paruh Waktu, Tidak Layak

Batang Hari

BKN Umumkan Jadwal Pembekalan dan Penyerahan SK CPNS 2024, Digelar 20 Mei 2025

Nasioanal

Klarifikasi Istri Menteri UMKM Minta Fasilitas Negara untuk Tur Eropa

Batang Hari

Gubernur Jabar Debat dengan Pelajar Soal Larangan Perpisahan di Sekolah
Cek Jadwal dan Penerima BSU Rp600 Ribu Desember 2025

Batang Hari

PKH dan BPNT Tahap 2 Cair, Cek Daftar Penerima di Situs Resmi Kemensos

Batang Hari

Sengketa Pulau Aceh-Sumut Berakhir: Prabowo Putuskan Empat Pulau Milik Aceh
Solar Terancam Tamat Prabowo Stop Impor

Nasioanal

Solar Terancam Tamat, Prabowo Stop Impor