JAKARTA, Aksarabrita.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa data yang tidak akurat menjadi penyebab utama bantuan sosial sering meleset dari sasaran. Karena itu, pemerintah terus bergerak cepat membenahi sistem pendataan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam rapat tingkat menteri terkait evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Jakarta, Minggu (27/4). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memimpin langsung rapat yang membahas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 itu.
Dalam rapat tersebut, pemerintah meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi riil di lapangan secara jujur. Pemerintah menilai keakuratan data menjadi kunci utama agar bantuan sosial tidak lagi salah sasaran.
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah kini menggunakan DTSEN sebagai acuan utama dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan. Melalui sistem itu, Kemensos fokus pada tiga langkah penting, yakni memperbarui data masyarakat, menyalurkan bansos secara tepat sasaran, serta memperkuat program Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, pemerintah tidak hanya mengejar penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu keluar dari kemiskinan secara mandiri. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program digitalisasi bansos mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah berhasil menekan tingkat kesalahan data dari 77 persen menjadi 28 persen. Pemerintah juga terus mengejar perbaikan hingga angka kesalahan turun di bawah 5 persen.
Selain itu, angka kemiskinan ekstrem nasional ikut mengalami penurunan dari 1,26 persen menjadi 0,78 persen. Pemerintah mencatat lebih dari 1,3 juta jiwa berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem atau naik kelas.
Gus Ipul optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 dapat tercapai jika seluruh pihak menjaga kejujuran data dan memperkuat sinergi program pengentasan kemiskinan di seluruh daerah. (***)









