MERANGIN, Aksarabrita.com – Ribuan warga memadati Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Rabu (29/4/2026), untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan. Warga menggelar doa bersama, pawai gunungan hasil panen, hingga makan bersama sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah.
Bupati Merangin H M Syukur hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menilai Sedekah Bumi memiliki makna besar karena mengajarkan rasa syukur, menjaga persatuan, dan memperkuat budaya di tengah perkembangan zaman.
“Sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas hasil panen dan nikmat yang terus diberikan,” ujar M Syukur.
Di bawah rindangnya kebun sawit yang menjadi lokasi acara, bupati memberi apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Koto Baru karena terus menjaga tradisi leluhur. Menurutnya, budaya yang tumbuh di Merangin sudah menjadi bagian dari identitas daerah dan wajib dijaga bersama.
“Budaya dari mana pun asalnya, selama berkembang di Merangin berarti sudah menjadi budaya Merangin,” tegasnya.
M Syukur juga mengajak Kepala Desa Koto Baru Ade Sadria bersama masyarakat untuk terus melestarikan Sedekah Bumi agar tradisi tersebut tetap hidup hingga generasi mendatang. Ia menilai budaya yang terjaga mampu memperkuat hubungan sosial dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Selain itu, bupati meminta pemerintah desa aktif membangun kehidupan religius masyarakat melalui kegiatan salat Subuh berjemaah keliling masjid minimal sekali dalam sepekan.
Ketua Paguyuban Keluarga Merangin Jambi (PKJM), Amir Ahmad, menegaskan keberadaan PKJM bertujuan menyatukan warga Merangin asal Jawa yang tersebar di 24 kecamatan. Ia memastikan paguyuban tersebut siap mendukung program pembangunan daerah, terutama di sektor ketahanan pangan.
“Warga Jawa dikenal aktif dan kreatif. Kami ingin ikut membantu pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan swasembada pangan,” kata Amir Ahmad.
Ia juga melihat Sedekah Bumi memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Merangin. Menurutnya, tradisi tersebut mampu menarik wisatawan jika masyarakat dan pemerintah terus mengemas acara dengan lebih menarik dan konsisten.
Acara Sedekah Bumi semakin semarak saat warga mengikuti pawai gunungan berisi hasil pertanian. Setelah pawai selesai, masyarakat berebut hasil bumi sebagai simbol keberkahan dan harapan panen melimpah.
Kehangatan acara terus terasa hingga penutupan kegiatan melalui makan siang bersama dan silaturahmi antarwarga. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Kadis Kominfo Merangin Akhoi, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Mujiburrahman, Camat Tabir Lintas Mawarna, serta tokoh masyarakat Jawa di Kabupaten Merangin. (***)








