Aksarabrita.com // Kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI yang diduga tewas akibat penganiayaan seniornya, terus menyisakan luka mendalam bagi keluarga.
Ayah korban, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, tak kuasa menahan amarah. Prajurit yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao itu menilai kematian putranya penuh kejanggalan dan jauh dari kata wajar.
Dengan suara bergetar menahan emosi, Serma Christian melontarkan ancaman keras kepada para pelaku.
“Sampai neraka pun saya kejar mereka. Nyawa dibayar nyawa,” ujarnya tegas.
Ucapan ini menjadi cermin betapa besarnya duka sekaligus kemarahan seorang ayah yang kehilangan anaknya secara tragis.
Prada Lucky diketahui baru dua bulan mengabdi sebagai prajurit TNI sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Saat ini, Denpom Ende telah menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
Proses hukum masih berlangsung, namun keluarga korban menuntut keadilan ditegakkan setegas-tegasnya. Kasus ini juga memicu gelombang simpati dan keprihatinan publik terhadap kekerasan di lingkungan militer.









