BANGKO, Aksarabrita.com – Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) mendatangi Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/5), untuk meminta bantuan modal usaha kepada pemerintah daerah. Mereka datang dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Tumenggung Jang, Tumenggung Ngapas, dan Tumenggung Stampung memimpin rombongan warga dari Desa Mentawak dan Desa Sungai Ulak. Mereka membawa perempuan dan anak-anak sebagai bentuk keseriusan memperjuangkan masa depan keluarga.
Aksi warga SAD muncul setelah mereka melihat keberhasilan kelompok Tumenggung Jhon di Desa Tambang Baru, kawasan objek wisata Dam Betuk. Kelompok tersebut memperoleh bantuan Keramba Jaring Apung (KJA) dari Kementerian Sosial senilai Rp1,4 miliar dalam bentuk sarana usaha budidaya ikan.
Asisten I Setda Merangin Sukoso bersama jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Merangin langsung menemui rombongan warga SAD di Kantor Bupati Merangin.
Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Dinsos P2A Merangin, Azrul Affandi, menjelaskan bahwa sebagian warga salah memahami bentuk bantuan yang diterima kelompok Tumenggung Jhon. Menurut Azrul, bantuan tersebut bukan uang tunai, melainkan perlengkapan usaha keramba ikan.
“Kami sudah menjelaskan bahwa bantuan Rp1,4 miliar itu berbentuk sarana usaha keramba ikan, bukan uang tunai,” ujar Azrul kepada awak media.
Azrul mengatakan pemerintah sebelumnya telah menawarkan program keramba kepada sejumlah kelompok SAD lainnya. Namun, beberapa kelompok memilih menolak karena merasa belum mampu mengelola budidaya ikan secara rutin.
“Mereka mengaku belum sanggup merawat keramba dan memberi pakan ikan setiap hari. Karena itu mereka meminta program usaha lain yang lebih sesuai,” katanya.
Warga SAD kini mengusulkan bantuan di sektor perkebunan dan usaha produktif lain. Mereka menilai bidang tersebut lebih mudah dijalankan dan lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat SAD.
Pihak Dinsos P2A Merangin meminta para tumenggung menyiapkan proposal resmi agar pemerintah daerah dapat membahas bentuk bantuan yang tepat sasaran.
“Kami meminta mereka membawa usulan resmi pada Senin nanti supaya bisa kami bahas bersama,” tutur Azrul.
Azrul menegaskan Bupati Merangin akan menentukan jenis bantuan yang akan diberikan kepada warga SAD. Sementara itu, Dinsos P2A Merangin fokus mendampingi masyarakat dan menjalankan program pemberdayaan dari pemerintah pusat.
Kedatangan warga SAD ke Kantor Bupati Merangin menunjukkan semangat baru untuk maju. Mereka kini aktif mencari peluang usaha demi memperbaiki kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak mereka. (Run)








