JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menandatangani Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 pada 30 Agustus 2026.
Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru yang mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Sementara itu, Brigjen Pol Simson Zet Ringu akan mengisi posisi Wakapolda Riau yang Hengki tinggalkan.
Penunjukan tersebut menjadi langkah penting dalam karier Hengki. Ia akan memimpin langsung Polda Papua Barat Daya meski tetap menyandang pangkat Brigadir Jenderal.
Hengki sebelumnya menjabat Wakapolda Riau sejak Januari 2026. Selama sekitar delapan bulan, ia mendampingi Kapolda Riau dalam menjalankan tugas kepolisian sebelum Kapolri memberinya mandat baru di Papua Barat Daya.
Polri menjadwalkan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolda Papua Barat Daya pada 2 September 2026 di Mabes Polri.
Rekam Jejak di Dunia Reserse
Hengki Haryadi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan kerap memimpin penanganan kasus kriminal berisiko tinggi.
Publik mengenal Hengki melalui julukan “Polisi Penangkap Hercules”. Ia dua kali memimpin penangkapan Rosario de Marshal alias Hercules.
Pada 2013, saat menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Hengki menangkap Hercules dalam perkara pemerasan dan kekerasan terhadap warga di kawasan Kebon Jeruk.
Pada 2018, ketika memimpin Polres Metro Jakarta Barat sebagai Kapolres, Hengki kembali menangkap Hercules. Saat itu, polisi menangani perkara intimidasi, penyebaran teror, serta dugaan pendudukan lahan secara ilegal di Kalideres.
Hengki juga menangani sejumlah kasus besar selama bertugas di jajaran reserse. Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, ia memimpin pengungkapan kasus kelompok John Kei, pembunuhan berantai Wowon Cs, hingga sindikat perdagangan organ internasional.
Kini, Hengki membawa pengalaman panjang tersebut ke Papua Barat Daya. Ia akan memimpin Polda Papua Barat Daya dengan fokus pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan di wilayah tersebut. (Tim)




















