Aksarabrita.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, para ulama dan ustaz kembali mengingatkan umat Islam tentang salah satu sunnah Rasulullah SAW, yakni tidak makan sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha.
Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf, Buya Yahya, menjelaskan bahwa amalan tersebut merupakan bentuk meneladani kebiasaan Rasulullah SAW pada hari raya kurban. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW menunda makan hingga selesai menunaikan shalat Id dan menyantap hasil daging kurban.
“Pada Idul Adha disunnahkan tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat Id. Setelah pulang, baru makan dari daging kurban jika ada,” jelas Buya Yahya dalam salah satu kajiannya.
Hal senada juga disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia menerangkan bahwa sunnah ini memiliki makna spiritual dan bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban yang menjadi syariat utama di Hari Raya Idul Adha.
“Kalau Idul Fitri kita dianjurkan makan sebelum shalat, tetapi Idul Adha justru dianjurkan menahan makan sampai selesai shalat,” terang UAS dalam ceramahnya.
Anjuran tersebut juga sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi. Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak makan pada Hari Raya Idul Adha hingga beliau pulang dari tempat shalat.
Para ulama menjelaskan, hikmah dari sunnah tersebut agar makanan pertama yang disantap berasal dari daging hewan kurban. Selain itu, amalan itu juga menjadi simbol ketakwaan dan semangat berbagi kepada sesama.
Meski demikian, para ustaz menegaskan bahwa tidak makan sebelum Shalat Idul Adha bukan berarti berpuasa. Sebab, puasa pada hari raya hukumnya haram dalam Islam. Yang dianjurkan hanyalah menunda makan sementara waktu hingga ibadah shalat Id selesai dilaksanakan.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah kecil seperti ini, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. **








