Aksarabrita.com – Kabut asap menyelimuti Kota Jambi pada Rabu (7/10/2026) malam. Kondisi ini terjadi saat aktivitas karhutla meningkat di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Data IQAir pada pukul 19.00 WIB menunjukkan AQI US Kota Jambi mencapai 653. Angka tersebut masuk kategori berbahaya.
Konsentrasi PM2.5 juga mencapai 402,1 µg/m³. Tingginya konsentrasi partikel tersebut membuat kualitas udara semakin tidak sehat.
Kabut asap terlihat jelas di sejumlah kawasan Kota Jambi. Cahaya lampu kendaraan dan lampu jalan memperlihatkan pekatnya asap yang menggantung di udara.
Sejumlah warga memilih memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Bau asap juga terasa menyengat.
Kondisi tersebut turut mengubah suasana malam di Kota Jambi. Kabut asap menutup langit hingga bulan dan bintang sulit terlihat.
Hotspot Karhutla Capai 264 Titik
Peningkatan kabut asap terjadi bersamaan dengan bertambahnya titik panas atau hotspot karhutla di Provinsi Jambi.
Data satelit NOAA-20 melalui laman SIPONGI Gakkum Kehutanan mencatat 264 hotspot pada Rabu (7/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Sebanyak 261 hotspot memiliki tingkat kepercayaan menengah. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Sementara itu, tiga hotspot masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.
Ketiga titik tersebut berada di kawasan Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Meningkatnya jumlah hotspot sejalan dengan memburuknya kondisi udara di Kota Jambi. Kabut asap yang semakin pekat membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi udara juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. (**)




















