Home / Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, 1.100 Siswa Torehkan Prestasi Nasional hingga Internasional

Satu Tahun Sekolah Rakyat, 1.100 Siswa Torehkan Prestasi Nasional hingga Internasional

Satu Tahun Sekolah Rakyat, 1.100 Siswa Torehkan Prestasi Nasional hingga Internasional

Makassar, Aksarabrita.com – Sekolah Rakyat mencatat 11 prestasi internasional dan lebih dari 200 prestasi nasional dalam satu tahun perjalanan program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Lebih dari 1.100 siswa juga mengukir prestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan capaian tersebut dalam acara Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita di GOR Sudiang, Kota Makassar, Rabu (28/10/2026).

Gus Ipul menilai capaian itu menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera mampu mengembangkan potensi ketika memperoleh akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan untuk berprestasi. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya terlihat dari jumlah penghargaan, tetapi juga dari perkembangan kepercayaan diri, kedisiplinan, karakter, dan keberanian siswa dalam mengejar cita-cita.

“Bagi kami, prestasi itu sederhana: ketika anak dari keluarga tidak mampu mendapat ruang. Ruang untuk belajar, ruang untuk tumbuh, dan ruang untuk bermimpi,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Petakan Bakat Lebih dari 11 Ribu Anak

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri. Program ini membuka kesempatan bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan ketertinggalan pendidikan.

Melalui pemetaan Talent DNA bersama Prof. Ary Ginanjar, Kementerian Sosial telah mengidentifikasi bakat lebih dari 11 ribu anak. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa empat dari setiap 10 anak memiliki bakat di bidang sains dan teknologi.

Bakat tersebut mengarah pada berbagai profesi, seperti insinyur, ahli teknologi, guru, penegak hukum, dokter, dan tenaga kesehatan.

“Lebih dari 11 ribu anak telah dipetakan bakatnya melalui Talent DNA. Hasilnya membuat kami terharu. Empat dari 10 anak ternyata berbakat di bidang sains dan teknologi,” kata Gus Ipul.

Selain mengembangkan bakat akademik, Sekolah Rakyat memperhatikan kondisi emosional dan sosial para siswa. Hasil asesmen menunjukkan bahwa satu dari tiga anak membutuhkan pendampingan terkait masalah emosional. Sementara itu, sekitar satu dari enam anak telah kehilangan orang tua.

Baca Juga :  MI Tanjung Rawang Langganan Banjir, Wako Alfin Cari Solusi

Kondisi tersebut mendorong Kementerian Sosial menggabungkan pendidikan dengan rehabilitasi sosial. Melalui pendekatan ini, Sekolah Rakyat membantu siswa mengatasi tantangan pribadi sekaligus mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran.

“Karena itu, Sekolah Rakyat bekerja dengan dua pendekatan sekaligus: edukasi dan rehabilitasi. Mendidik, sekaligus memulihkan,” jelas Gus Ipul.

Ribuan Guru dan Pendamping Bantu Siswa Berkembang

Sekolah Rakyat mengandalkan dukungan sekitar 5.000 guru, hampir 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama untuk mendampingi perkembangan siswa.

Para siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti matrikulasi selama tiga bulan sebelum memasuki pembelajaran utama. Tahapan ini membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun kebiasaan belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan.

Gus Ipul turut memaparkan perkembangan lulusan SMA Sekolah Rakyat pada 2026. Dari 12 lulusan, tujuh orang melanjutkan kuliah dengan beasiswa penuh, sedangkan lima lainnya mulai bekerja sesuai minat dan bakat.

“7 di antaranya kini kuliah dengan beasiswa penuh, dan 5 lainnya telah bekerja sesuai minat dan bakatnya,” ungkap Gus Ipul.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana Sekolah Rakyat membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja sesuai kemampuan masing-masing.

Sekolah Rakyat Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Selain mendampingi siswa, Sekolah Rakyat juga mendukung kesejahteraan keluarga mereka melalui bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah menyalurkan bantuan sosial lengkap kepada keluarga prasejahtera yang menjadi sasaran program.

Gus Ipul menyebut program tersebut telah membantu memperbaiki lebih dari 10 ribu rumah orang tua siswa. Selain itu, lebih dari 11 ribu orang tua menerima bantuan modal usaha, sedangkan lebih dari 9 ribu orang tua memperoleh layanan rehabilitasi sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Masih Punya Harapan? Simak Faktanya!

Dukungan ini membantu keluarga memperbaiki tempat tinggal, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sulawesi Selatan Rencanakan Penambahan Sekolah Rakyat

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan Kementerian Sosial.

Menurut Andi Sudirman, program tersebut membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah.

Pemerintah merencanakan penambahan jumlah Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dari sembilan lokasi menjadi sekitar 15 lokasi. Jika setiap sekolah menampung sekitar 1.000 siswa, program ini berpotensi menjangkau hingga 15.000 anak.

Melalui fasilitas pendidikan dan asrama, para siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan dukungan guru dan sarana yang memadai.

“Ini sangat membantu untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem,” kata Andi Sudirman.

Siswa Pamerkan Bakat dalam Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Makassar juga menampilkan beragam bakat dan keterampilan siswa. Ratusan siswa mempersembahkan pertunjukan drum band, pencak silat, karate, serta koreografi kepramukaan menggunakan tongkat dan bendera semapur.

Mereka juga memperagakan variasi baris-berbaris secara kompak di bawah arahan Komandan Pleton (Danton) Fadli. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para hadirin.

Acara berlanjut dengan drama teatrikal dongeng Ikukang yang dinarasikan Aqifa Alfina Laela. Para siswa kemudian memeriahkan suasana melalui lagu “Gebyar-Gebyar”, pembacaan puisi, dan pengucapan Sumpah Pemuda oleh M. Yusuf. Ribuan hadirin turut mengucapkan ikrar tersebut secara serentak.

Berbagai drama musikal juga mengangkat kisah anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menemukan harapan melalui pendidikan. Pertunjukan tersebut menggambarkan perjuangan siswa dalam mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan meraih cita-cita.

Rangkaian kegiatan itu menegaskan pentingnya akses pendidikan yang setara agar setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan merencanakan masa depan. (***)

Share :

Baca Juga

Dok. MENPANRB Menteri PANRB Rini Widyantini menghadiri Konferensi Pers Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi secara daring di Jakarta

Nasioanal

WFH Resmi Berlaku! Mulai 1 April 2026 ASN Kerja dari Rumah
Safari Jumat Wako Alfin Tekankan Kebersihan dan Pendidikan

Daerah

Safari Jumat, Wako Alfin Tekankan Kebersihan dan Pendidikan
Presiden Prabowo Tinjau Pengungsian di Bireuen, Santap Makan Siang Bersama Warga

Nasioanal

Presiden Tinjau Pengungsian di Bireuen, Makan Bersama Warga
Sri Kartini Dorong Kerajinan Sungai Penuh Go Nasional

Daerah

Sri Kartini Dorong Kerajinan Sungai Penuh Go Nasional
Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026)

Nasioanal

Indonesia Gandeng Imperial College London, Siapkan 10 Universitas Kedokteran dan Sains

Nasioanal

Kado HUT RI ke-80: Prabowo Salurkan Insentif dan Bantuan untuk Guru Non-ASN
Pemerintah Aceh Akan Menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu (foto: ilustrasi)

Pemerintah

Resmi! Pemerintah Aceh Serahkan 5.468 SK PPPK Paruh Waktu, Ini Jadwal Lengkapnya

Batang Hari

PPG Guru 2025 Resmi Dibuka, Cek Peserta Melalui SIMPKB