BERITA KERINCI — Bocah laki-laki asal Desa Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, yang menjadi korban malpraktik khitan beberapa hari lalu, kini masih terus menangis kesakitan di rumahnya. Kondisi psikologis dan fisiknya disebut masih belum stabil, meski sebelumnya sempat dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang untuk penanganan medis lebih lanjut.
Pantauan di rumahnya pagi ini, bocah berusia 10 tahun itu terlihat lemas dan enggan berbicara dengan siapa pun selain orang tuanya. Menurut keterangan sang ibu, anaknya kerap mengeluh kesakitan terutama saat buang air kecil, dan masih mengalami trauma berat pasca prosedur khitan yang salah tersebut.
“Anak saya belum bisa tidur nyenyak sejak kejadian itu. Dia masih trauma dan sering menangis. Kami sangat khawatir,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Pihak keluarga mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal di RSUP M. Djamil Padang menunjukkan adanya luka serius pada bagian organ intim korban yang memerlukan perawatan intensif dan observasi jangka panjang. Namun, karena keterbatasan biaya dan pertimbangan emosional anak, keluarga memutuskan untuk melanjutkan pemulihan di rumah dengan pemantauan dari pihak Puskesmas setempat.
Kasus ini menjadi sorotan warga sekitar dan warganet di media sosial, yang mendesak agar kasus ini tidak dibiarkan begitu saja dan meminta keadilan bagi korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih berharap ada bantuan lebih lanjut, baik dari pemerintah daerah maupun lembaga perlindungan anak, untuk membantu proses pemulihan fisik dan psikologis korban.









