Home / Nasioanal / Pemerintah

Senin, 10 November 2025 - 22:18 WIB

Ahli Waris Kenang Perjuangan Tokoh Bangsa Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional

Ahli Waris Kenang Perjuangan Tokoh Bangsa Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional

Ahli Waris Kenang Perjuangan Tokoh Bangsa Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional


Jakarta, Aksarabrita.com // Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Para ahli waris menangis haru ketika Presiden memanggil nama para pahlawan satu per satu.

Suasana haru menyelimuti Istana Negara pada upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menyerahkan langsung penghargaan itu kepada sepuluh tokoh bangsa. Para ahli waris menangis haru ketika Presiden menyebut nama orang yang mereka cintai di hadapan undangan.

Marsini, kakak Marsinah, berdiri tegak saat menerima penghargaan bagi adiknya. Ia menyampaikan rasa syukur karena negara menghargai perjuangan Marsinah dalam membela hak-hak pekerja.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo. Saya tidak menyangka Marsinah menjadi orang besar dan membanggakan Indonesia, khususnya Nganjuk,” ujar Marsini.

Baca Juga :  Fenomena Lubang Raksasa Muncul di Sawah Milik Warga

Marsini menyebut bahwa adiknya tumbuh dalam keluarga sederhana, tetapi keberanian Marsinah mengangkat suara buruh membuatnya menjadi simbol perjuangan rakyat kecil.

“Terima kasih, Marsinah. Kamu membawa kami sampai ke Istana Presiden,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga ulama besar Syaikhona Muhammad Kholil juga hadir. Dimyati Muhammad, keturunan keempatnya, menerima penghargaan langsung dari Presiden.

“Syaikhona Kholil berjuang memajukan pendidikan Islam dan menanamkan semangat Hubbul Wathan Minal Iman,” kata Dimyati.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia ikut menikmati manfaat perjuangan tersebut.

“Syaikhona Kholil tidak hanya milik keluarga kami, tetapi milik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Mbak Tutut, juga hadir dalam upacara ini. Ia menerima penghargaan bagi sang ayah.

Baca Juga :  Dari BIN ke Bea Cukai: Letjen Purn Djaka Budhi Resmi Jabat Dirjen Baru

“Masyarakat memiliki pandangan berbeda, ada yang pro dan ada yang kontra. Yang penting, Bapak saya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” kata Tutut.

Tutut menyampaikan bahwa keluarga akan menziarahi makam Soeharto sebagai bentuk rasa syukur.

Dari keluarga Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir untuk menerima penghargaan bagi kakeknya.

“Kami merasa sangat terhormat. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan pemerintah,” ungkap AHY.

AHY mengingatkan bahwa Sarwo Edhie pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer dan mendidik dua putra terbaik bangsa.

“Beliau mendidik Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” ujar AHY.

Upacara ini menegaskan bahwa nilai perjuangan para pahlawan terus menginspirasi generasi penerus bangsa. (Fh)

Share :

Baca Juga

MENTERI Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar

Nasioanal

Cak Imin: Kepatuhan Badan Usaha terhadap JKN Kunci Penguatan UHC
Pelantikan KORMI Kerinci, Langkah Baru Majukan Olahraga Masyarakat

Daerah

Pelantikan KORMI Kerinci, Langkah Baru Majukan Olahraga Masyarakat
Prabowo Minta dirancang Mobil Dinas Transparan

Nasioanal

Prabowo Minta dirancang Mobil Dinas Transparan

Daerah

Anak Usia 5,5 Tahun Bisa Masuk SD, Ini Ketentuan Lengkap dari Mendikdasmen
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2/2026)

Nasioanal

Prabowo Klaim Efisiensi Rp300 Triliun: Anggaran Tepat Sasaran, Korupsi Tanpa Ampun
Mudik Lebaran 2026, Polri Buka Layanan Penitipan Kendaraan

Hukum & Kriminal

Mudik Lebaran 2026, Polri Buka Layanan Penitipan Kendaraan
Tiga Arahan Penting yang Diberikan Prabowo ke Erick Thohir

Kesehatan & Olahraga

Ini Tiga Arahan Penting yang Diberikan Prabowo ke Erick Thohir

Daerah

Ditreskrimsus Polda Jambi Bongkar Transaksi Emas Ilegal Senilai Rp3,23 Miliar