Home / Daerah / Nasioanal / Pemerintah

Selasa, 6 Mei 2025 - 10:47 WIB

Anak Usia 5,5 Tahun Bisa Masuk SD, Ini Ketentuan Lengkap dari Mendikdasmen

Instagram @abe_mukti

Instagram @abe_mukti

Aksrabrita.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait usia masuk Sekolah Dasar (SD) untuk tahun ajaran 2025. Dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), anak-anak yang belum genap berusia 6 tahun kini diberikan peluang untuk masuk SD dengan syarat-syarat tertentu.

Prioritas Usia Masuk SD

Sesuai dengan peraturan tersebut, anak-anak yang berusia 7 tahun pada tanggal 1 Juli 2025 tetap menjadi prioritas utama dalam penerimaan peserta didik baru di SD. Namun, anak-anak yang berusia minimal 6 tahun pada tanggal tersebut juga diperbolehkan untuk mendaftar.Yang menarik perhatian publik adalah kebijakan baru yang memungkinkan anak berusia paling rendah 5 tahun 6 bulan untuk masuk SD, asalkan memenuhi sejumlah persyaratan khusus.

Baca Juga :  Operasi Pajak Kendaraan di Kerinci: 60 Terjaring, SIM-STNK Disita Sementara

Syarat Khusus untuk Anak Usia 5,5 Tahun

Kemendikdasmen menetapkan bahwa anak usia 5 tahun 6 bulan hanya dapat diterima di kelas 1 SD jika memenuhi dua syarat utama, yaitu:

Memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

Memiliki kesiapan psikis, yang harus dibuktikan dengan hasil asesmen dari psikolog profesional atau melalui rekomendasi tertulis dari dewan guru pada lembaga PAUD tempat anak tersebut sebelumnya belajar.

Langkah ini diambil dengan pertimbangan untuk memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki kesiapan belajar lebih dini, baik dari sisi intelektual maupun psikologis. Namun demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh agar anak-anak dapat mengikuti proses belajar di SD tanpa tekanan.

Tujuan dan Harapan Kebijakan

Baca Juga :  Seskab Teddy Cek Arus Balik di Pulo Gebang, Pemudik Ungkap Kondisi Sebenarnya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap keragaman kemampuan anak. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang memang sudah siap secara akademik dan mental dapat memperoleh akses pendidikan lebih awal, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Masyarakat dan pihak sekolah diimbau untuk memahami dan mengikuti pedoman ini dengan baik, termasuk dalam melakukan asesmen kesiapan anak secara objektif. Diharapkan, kebijakan ini dapat menciptakan iklim pendidikan dasar yang lebih inklusif dan merata.

Share :

Baca Juga

Polsek BAB Tapan dan tim gabungan Gerebek PETI di Kawasan TNKS

Daerah

Tambang Emas Ilegal di TNKS Terbongkar, Polsek BAB Tapan Musnahkan Peralatan Tambang

Daerah

Satresnarkoba Bungo Ringkus Seorang DJ Jambi, Akui Edarkan Ekstasi
Terkuak! Dosen Bungo Jadi Korban Pelecehan dan Kekerasan

Daerah

Dosen Cantik, Diduga Alami Pelecehan Sebelum Tewas

Daerah

Didampingi Pj. Bupati Asraf, Pjs. Gubernur Jambi Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kerinci Tahun 2024

Daerah

Panwaslu Koto Baru, Hari Pertama Wawancara Calon PTPS Pemilu 2024

Daerah

Dandim Kerinci Tinjau Lokasi Pembangunan Yon TP di Lempur Hilir

Kesehatan & Olahraga

Jadwal Lengkap Liga Champions 2025-2026: Juventus Vs Dortmund, Real Madrid Vs Marseille Jadi Sorotan
Program Bahasa Indonesia Jadi Favorit di Universitas Al-Azhar

Nasioanal

Program Bahasa Indonesia Jadi Favorit di Universitas Al-Azhar