Jakarta, Aksarabrita.com // Bahasa Indonesia akan digunakan secara resmi dalam Sidang Umum UNESCO tahun 2025. Pemerintah melalui Kemendikbudristek menegaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia dan memperkuat perannya di forum global.
Kepala Badan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin menyebut penggunaan bahasa Indonesia di forum internasional tersebut sebagai langkah besar dalam upaya menginternasionalkan bahasa nasional. Ia juga menegaskan bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu’ti, akan menyampaikan pidato menggunakan bahasa Indonesia di hadapan forum dunia itu.
“Langkah ini membuktikan bahwa dunia semakin mengakui keberadaan bahasa Indonesia. Kini bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa resmi lain di Sidang Umum UNESCO,” ujar Hafidz.
Ia juga menyoroti peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang terus memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa serta sastra Indonesia.
Hafidz menjelaskan bahwa saat ini pembelajaran bahasa Indonesia sudah menjangkau 57 negara. Ia menilai pencapaian tersebut sebagai bagian dari strategi besar untuk menjadikan bahasa Indonesia setara dengan bahasa global lainnya, seperti bahasa Inggris.
Kemendikbudristek juga terus mendorong pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di luar negeri. Salah satu inisiatif tersebut hadir di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang berhasil menarik sekitar 300 mahasiswa baru pada semester pertamanya.
“Pemerintah terus memperluas jangkauan bahasa Indonesia di dunia internasional dan memastikan kehadirannya semakin kuat dalam percaturan global,” kata Hafidz.
(Fh)









