JAMBI — Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memaparkan kondisi dan langkah penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026).
Rapat tersebut mempertemukan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Forkopimda Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, serta sejumlah instansi terkait.
Hadir pula para Dandim, Kapolres, Kajari, BPBD, BMKG, Basarnas, Tenaga Ahli BNPB RI, jajaran pejabat utama Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, perwakilan perusahaan, dan stakeholder terkait.
322 Kejadian Karhutla
Anwar Sadat menjelaskan kondisi geografis Tanjab Barat. Kabupaten tersebut memiliki luas wilayah 5.009,82 kilometer persegi dengan karakter daratan, pesisir, rawa, dan lahan gambut.
Kawasan hutan mencapai sekitar 245.663,09 hektare atau 49,04 persen dari total wilayah Tanjab Barat.
Data hingga 29 Agustus 2026 mencatat 322 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 292,3 hektare.
Luas tersebut terdiri dari 273,50 hektare lahan mineral dan 18,80 hektare lahan gambut.
Petugas juga mencatat 915 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Petugas Hadapi Sejumlah Kendala
Anwar Sadat menyebut sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Kemarau panjang membuat sumber air di beberapa lokasi mengering.
Petugas juga menghadapi akses yang sulit, medan perbukitan, serta angin kencang.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit melalui jalur darat, Pemkab Tanjab Barat membutuhkan dukungan helikopter pembom air atau water bombing.
Pemkab Tanjab Barat menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Bupati Nomor 288/KEP.BUP/BPBD/2026.
Pemkab kemudian mengaktifkan posko, memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan patroli dan deteksi dini, serta memperluas sosialisasi pencegahan kepada masyarakat.
Libatkan Lebih dari 700 Personel
TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perusahaan ikut menangani karhutla di lapangan.
Perusahaan juga mengerahkan tim Reaksi Cepat Penanggulangan (RPK). Total dukungan personel mencapai lebih dari 700 orang.
Dari sisi anggaran, BPBD Tanjab Barat memiliki DPA Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp120,4 juta.
Pemkab mengupayakan tambahan dukungan operasional melalui APBD Perubahan 2026. Badan Anggaran DPRD masih membahas usulan tersebut.
Bagikan Masker kepada Masyarakat
Pemkab Tanjab Barat juga membagikan masker kepada masyarakat untuk mengurangi dampak kabut asap.
Pada Selasa (1/9/2026), Pemkab bersama masyarakat akan melaksanakan shalat Istisqa di Lapangan Persitaj, Kuala Tungkal.
Anwar Sadat menegaskan kondisi karhutla di Tanjab Barat saat ini terkendali.
“Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi titik api dan tidak ada lagi kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Namun kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan dan pencegahan harus terus dilakukan,” tegasnya.
Al Haris Minta Semua Pihak Bergerak Cepat
Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh pihak bergerak cepat dan memperkuat koordinasi dalam menangani karhutla.
Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan 81 posko dan sekitar 5.900 personel dari berbagai unsur.
Al Haris meminta para bupati dan wali kota memastikan tim tetap berada di lokasi hingga api benar-benar padam dan kondisi kembali aman.
Ia juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan anggaran rutin maupun Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan karhutla sesuai ketentuan.
“Jangan ragu bertindak. Kita harus bergerak cepat untuk mencegah karhutla meluas dan melindungi masyarakat,” tegas Al Haris.
Pangdam Sampaikan Enam Langkah Strategis
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyampaikan enam langkah strategis untuk memperkuat penanganan karhutla di Provinsi Jambi.
1. Perkuat deteksi dini
Petugas perlu meningkatkan patroli di wilayah rawan dan memperluas sosialisasi pencegahan kepada masyarakat.
2. Pastikan sarana dan kesehatan
Pemerintah perlu memastikan kesiapan peralatan pemadam, fasilitas medis, dan masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap.
3. Perkuat pemadaman terpadu
Tim darat dan udara harus bergerak bersama melalui pemadaman langsung, water bombing, dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
4. Tegakkan hukum secara tegas
Aparat harus menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan secara transparan untuk memberikan efek jera.
5. Manfaatkan data BMKG
Petugas perlu menggunakan data cuaca BMKG sebagai dasar perencanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
6. Bangun portal informasi resmi
Pangdam mengusulkan website resmi Karhutla Jambi sebagai pusat data dan informasi yang valid. Portal tersebut juga dapat membantu masyarakat menangkal hoaks.
Pangdam berharap seluruh pihak menjalankan langkah tersebut secara konsisten. Koordinasi yang kuat akan mempercepat penanganan karhutla dan melindungi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi. (JV)




















