Kesehatan, Aksarabrita.com // Benjolan di leher dapat muncul karena beberapa faktor, salah satunya pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh.
Pada umumnya, benjolan di leher tidak berbahaya dan tidak mengancam nyawa. Meski begitu, Anda tetap perlu segera memeriksakan diri ke dokter agar infeksi tidak berkembang menjadi lebih parah. Kehadiran benjolan di leher bisa menandakan gangguan kesehatan tertentu, seperti infeksi virus atau pertumbuhan tumor jinak.
Ukuran benjolan di leher berbeda-beda tergantung penyebab dan gejalanya. Berikut beberapa penyebab benjolan di leher yang perlu Anda ketahui:
- Mononukleosis
- Nodul tiroid
- Kista celah brankial
- Tonsillitis
- Limfoma Hodgkin
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Limfoma non-Hodgkin
- Kanker tiroid
- Faringitis infeksi bakteri
- Kanker tenggorokan
- Keratosis aktinik
- Karsinoma sel basal
- Karsinoma sel skuamosa
- Melanoma
- Rubella
Baca juga: Penyebab Munculnya Benjolan di Bawah Dagu
Bagaimana Cara Menghilangkan Benjolan di Leher?
Pengobatan benjolan di leher bergantung pada penyebab dan gejalanya. Infeksi virus, gangguan sistem imun tubuh, atau kanker dapat memengaruhi proses penyembuhan. Benjolan di leher bisa mengecil dengan sendirinya setelah tubuh pulih dari infeksi virus atau bakteri.
Namun, antibiotik tidak dapat mengatasi benjolan akibat virus. Anda dapat mencoba beberapa perawatan mandiri di rumah sebagai berikut:
1. Kompres Hangat
Gunakan kompres hangat untuk meredakan benjolan di leher. Cara ini tidak menghilangkan kista secara permanen, tetapi dapat membantu memberi rasa nyaman. Tempelkan kain bersih yang dibasahi air hangat pada benjolan selama 20–30 menit dan ulangi beberapa kali sehari.
2. Cabai Rawit
Anda dapat mengonsumsi cabai rawit untuk membantu memperlancar sirkulasi tubuh. Bahan alami ini mampu melebarkan pembuluh darah sehingga cairan dalam benjolan dapat berkurang. Tambahkan cabai rawit dalam menu masakan sehari-hari atau olah menjadi minuman bersama madu dan air hangat. Namun, penderita sakit lambung sebaiknya menghindari cabai rawit.
3. Kemangi dan Kayu Manis
Kemangi dan kayu manis dapat bertindak sebagai antimikroba serta anti-inflamasi untuk meredakan infeksi. Rebus dua sendok teh kemangi dan kayu manis dalam tiga gelas air mendidih, diamkan 15 menit, lalu saring sebelum dikonsumsi.
4. Sari Cuka Apel
Sari cuka apel membantu meredakan infeksi bakteri dan virus. Anda dapat mencampurnya dengan air hangat dan madu untuk dikonsumsi atau merendam kain ke dalam campuran lalu menempelkannya pada benjolan.
5. Minyak Jarak
Minyak jarak mengandung asam risinoleat yang mampu meredakan rasa nyeri dan peradangan. Oleskan langsung pada area benjolan untuk meningkatkan sirkulasi. Meski begitu, efektivitasnya pada benjolan di leher masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
6. Teh Chamomile
Teh chamomile bekerja sebagai anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi rasa nyeri akibat pembengkakan. Konsumsi 1 kali atau lebih dalam sehari untuk membantu meringankan keluhan.
7. Lidah Buaya
Lidah buaya memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang mampu meredakan iritasi dan nyeri pada benjolan kista. Oleskan gel lidah buaya pada area benjolan secara rutin.
8. Madu
Madu juga memiliki efek antimikroba dan anti-inflamasi. Oleskan madu pada benjolan, diamkan beberapa jam, lalu bilas dengan air mengalir.
Benjolan di leher biasanya membaik dalam waktu 2–3 minggu. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika benjolan tidak mengecil setelah lebih dari seminggu atau jika Anda mengalami gejala seperti:
- Benjolan semakin membesar
- Benjolan terasa keras dan tidak bergerak saat ditekan
- Keringat berlebihan pada malam hari
- Demam tinggi lebih dari 3–4 hari
Segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda dapat mengunjungi Ciputra Hospital terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Tim)








