Home / Pemerintah

Selasa, 28 April 2026 - 15:30 WIB

Data Bohong Bikin Bansos Salah Sasaran, Gus Ipul Gerak Cepat Benahi

Gus Ipul dalam rapat tingkat menteri

Gus Ipul dalam rapat tingkat menteri

JAKARTA, Aksarabrita.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa data yang tidak akurat menjadi penyebab utama bantuan sosial sering meleset dari sasaran. Karena itu, pemerintah terus bergerak cepat membenahi sistem pendataan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam rapat tingkat menteri terkait evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Jakarta, Minggu (27/4). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memimpin langsung rapat yang membahas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 itu.

Dalam rapat tersebut, pemerintah meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi riil di lapangan secara jujur. Pemerintah menilai keakuratan data menjadi kunci utama agar bantuan sosial tidak lagi salah sasaran.

Baca Juga :  Di Tengah Duka, Hamangkunagoro Deklarasi Naik Tahta

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah kini menggunakan DTSEN sebagai acuan utama dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan. Melalui sistem itu, Kemensos fokus pada tiga langkah penting, yakni memperbarui data masyarakat, menyalurkan bansos secara tepat sasaran, serta memperkuat program Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, pemerintah tidak hanya mengejar penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu keluar dari kemiskinan secara mandiri. Pemerintah juga memperkuat upaya pencegahan kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program digitalisasi bansos mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah berhasil menekan tingkat kesalahan data dari 77 persen menjadi 28 persen. Pemerintah juga terus mengejar perbaikan hingga angka kesalahan turun di bawah 5 persen.

Baca Juga :  Kemnaker Salurkan Bantuan Usaha Rp5 Juta, Ini Syaratnya

Selain itu, angka kemiskinan ekstrem nasional ikut mengalami penurunan dari 1,26 persen menjadi 0,78 persen. Pemerintah mencatat lebih dari 1,3 juta jiwa berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem atau naik kelas.

Gus Ipul optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 dapat tercapai jika seluruh pihak menjaga kejujuran data dan memperkuat sinergi program pengentasan kemiskinan di seluruh daerah. (***)

Share :

Baca Juga

Diberhentikan Jadi ASN

Daerah

Dipecat Dari ASN Tanpa Alasan, Nike Minta Keadilan
Dandim Kerinci Kawal Percepatan Pembangunan KDKMP

Daerah

Dandim Kerinci Kawal Percepatan Pembangunan KDKMP
Tirta Khayangan Genap 8 Tahun, Siap Berinovasi Menuju Sungai Penuh JUARA

Daerah

Tirta Khayangan Genap 8 Tahun, Siap Menuju Sungai Penuh JUARA
Kemendikdasmen Rilis Dapodik 2026.c, Ini Update Terbaru

Nasioanal

Kemendikdasmen Rilis Dapodik 2026.c, Ini Update Terbaru
lustrasi kartu BPJS Kesehatan di tangan pasien Alt text: Kartu BPJS Kesehatan dan layanan medis

Kesehatan & Olahraga

Daftar Penyakit Tidak Ditanggung BPJS, Peserta Wajib Tahu
Kabar Baik Honorer, Pemerintah Siapkan PPPK Paruh Waktu

Nasioanal

Kabar Baik Honorer, Pemerintah Siapkan PPPK Paruh Waktu
Bupati Bekasi Ade Kuswara (Dok Pemkab Bekasi)

Pemerintah

Dari Neneng hingga Ade, Dua Bupati Bekasi Terjerat OTT KPK
Safari Ramadhan, Wawako Azhar Serahkan Bantuan untuk Masjid

Daerah

Wawako Azhar Hamzah Safari Ramadhan Dimasjid Jami’atul Ikhlas, Warga Bahagia Dapat Bantuan